Hotel Savana yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo nomor 23-34 merupakan salah hotel di Kota Malang yang berkomitmen mengikuti  Campaign #byesedotanplastik sejak beberapa bulan lalu. (Foto : Yogi Iqbal Rizkiawan/MalangTIMES)
Hotel Savana yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo nomor 23-34 merupakan salah hotel di Kota Malang yang berkomitmen mengikuti Campaign #byesedotanplastik sejak beberapa bulan lalu. (Foto : Yogi Iqbal Rizkiawan/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sampah plastik termasuk jenis sampah yang terurai dalam jangka waktu yang sangat lama.

Plastik membutuhkan 500 hingga 1.000 tahun lamanya untuk benar-benar terurai.

Salah satu jenis plastik telah memberikan kontribusi yang cukup besar pada eksistensi sampah berjenis plastik ialah sedotan plastik.

Sedotan plastik kerap berakhir di tempat pembuangan sampah dan mencemari lautan. Setiap ada pembersihan garis pantai, sedotan plastik selalu masuk dalam daftar salah satu sampah lautan yang paling banyak ditemukan.

Penghasil limbah sedotan plastik sebagian besar berasal dari hotel, cafe, dan resto. Untuk itu, salah satu komunitas yang menaruh perhatian di lingkungan bernama Climate Change Frontier (CCFrontier atau CCF) membuat kampanye #byesedotanplastik. Kampenye ini ditujukan kepada hotel, cafe, dan resto.

Beberapa hotel di Kota Malang dan Batu telah bergabung dalam upaya penyelamatan lingkungan melalui kampanye yang bertujuan mengurangi sedotan plastik ini.

Hotel-hotel tersebut antara lain Savana Hotel & Convention, THE 101 Hotel Malang OJ, Bluebells Express Syariah Hotel, Ijen Suites Resort & Convention, Ollino Garden Hotel, Hotel Aria Gajayana, Amartha Hills Hotel & Resort, dan Zam Zam Hotel & Convention.

Hotel-hotel ini tidak lagi menyediakan sedotan plastik di lingkungan kerja mereka kecuali by request.

Suprapto Wongso Tani, General Manager Hotel Savana Malang, menyatakan, pihaknya sangat mendukung langkah-langkah untuk me-reduce bahan-bahan yang berbahan baku plastik demi menyelamatkan lingkungan hidup.

"Kami sadar bahwa kesehatan lingkungan lebih penting sehingga kami sendiri sepakat management akan melakukan dan mendukung langkah-langkah ini," tandasnya.

Sosialisasi pengurangan penggunaan plastik dalam hal ini sedotan di Savana dilakukan dengan menyebar flyer ke kamar-kamar dan mengurangi penggunaan sedotan setiap tamu order minuman.

"Saat kami menyosialisasikan ke kamar-kamar dan kami juga pernah melakukan tanya jawab kepada tamu rupanya tamu banyak yang senang mengurangi bahan-bahan plastik terutama itu yang straw atau sedotan," ungkapnya.

Nah, pada saat tamu itu menanyakan sedotan di situlah pihak hotel menjelaskan bahwa Savana Hotel sudah mengurangi sedotan plastik dengan pertimbangan demi menyelamatkan lingkungan dan demi kesehatan. Pada saat itulah pihak hotel memberikan edukasi kepada tamu.

"Ada yang aware dan ada juga yang tidak. Tetapi paling tidak kita sudah bisa memberikan edukasi kepada tamu. Walaupun tamu yang bersangkutan tetap menggunakan sedotan, pulang ke rumah pasti berpikir. Untuk berikutnya pada saat menginap lagi di Hotel Savana dan tidak diberikan sedotan pasti dia akan berkenan. Jadi tantangan itu bisa diatasi," pungkasnya.

Sementara itu, The 101 Hotel Malang OJ bahkan sedang mengejar sertifikasi green hotel dan kelak menjadi hotel yang ramah lingkungan.

General Manager The 101 Malang OJ menyatakan, selama ini pihak hotel sudah mulai mensosialisasikan ke tamu-tamu bahwa The 101 Malang OJ mulai melakukan reduce penggunaan plastik.

"Jadi tidak hanya sedotan, kita pun nanti akan juga me-reduce penggunaan plastik-plastik seperti laundry bag, dan lain-lain," ungkapnya.

Dikatakan Ade bahwa The 101 Malang OJ akan membuat semacam pamflet di restoran dan kamar agar tamu tahu bahwa The 101 Malang OJ adalah salah satu hotel yang ramah lingkungan.

"Dan kita akan kejar juga sertifikasi green hotel di mana hotel kita ini adalah hotel yang ramah lingkungan," imbuhnya.

Kendala yang ditemukan dengan kebijakan pengurangan sedotan plastik ini ialah tamu yang belum mengerti akan bahaya sedotan.

Meski begitu, dikatakan Ade bahwa tidak ada penolakan yang sangat signifikan dari para tamu mengenai program ini.

Menurut Ade, campaign ini sebetulnya juga sejalan dengan program dari grup pusat yakni Panorama Hospitality Management (PHM).

Jadi, hotel-hotel yang tergabung dalam PHM, termasuk The 101 Malang OJ, yang tersebar di seluruh Indonesia ingin mengkampanyekan hotel yang ramah lingkungan. Jadi penggunaan plastik dan bahan-bahan yang merusak lingkungan otomatis dikurangi.

Konsekuensinya, pihak hotel harus menyiapkan pengeluaran lebih apabila sudah menjadi hotel ramah lingkungan. Penggunaan kantong plastik yang dibutuhkan hotel selama ini tentunya praktis dan murah.

"Misal di kamar, penggunaan laundry bag plastik. Kita harus cari bahan yang ramah lingkungan. Harganya lebih tinggi dibandingkan harga plastik biasa. Tapi lama-lama mungkin ini akan menjadi kebiasaan, tidak menggunakan sedotan, kemudian menggunakan kantong-kantong yang ramah lingkungan. Saya pikir tantangannya akan bisa kita atasi ke depannya," tegas Ade.

Untuk Aria Gajayana Hotel, pihaknya menyosialisasikan kepada tamu hotel dengan menyarankan mereka menggunakan sedotan stainless atau bambu pada saat order minuman.

"Kita sarankan kepada tamu untuk tidak menggunakan sedotan dan langsung minum atau menggunakan sedotan selain plastik, yaitu bambu atau stainless," ujar Supervisor Restaurant Aria Gajayana Hotel, Nanang Setiawan.

Tantangan yang sama dengan hotel lain juga ditemui oleh Aria Gajayana Hotel. Dikatakan Nanang bahwa tidak mudah untuk mengatakan kepada tamu mengenai bahaya penggunaan plastik bagi lingkungan.

Hotel lain di Kota Malang yang telah bergabung dalam campaign ini adalah Ijen Suites.

"Ijen Suites mulai mengurangi beberapa produk yang berasal dari plastik. Jadi sampah yang terbuat dari plastik ini mulai kami kurangi," ujar Lukman Afandi, Asisten Front Office Manager Hotel Ijen Suites Malang.

Sama halnya dengan hotel lain, Ijen Suites juga menyosialisasikan kepada tamu bahwa hotelnya sudah mulai meninggalkan penggunaan sedotan plastik. Meski begitu, tetap menyediakan untuk tamu yang meminta

"Kita berikan tapi by request aja. Tidak semua kita kasih," ujar Lukman.

Hotel-hotel yang bergabung dalam campaign ini tak hanya hotel-hotel di Kota Malang saja.

Hotel di Kota Batu pun juga mengikuti gerakan ini, salah satunya yakni Amarta Hills Hotel and Resort.

Wahyudi selaku Food and Beverage (F&B) Manager Amarta Hills Hotel and Resort menyatakan bahwa kebijakan pengurangan sedotan plastik ini sudah berjalan kurang lebih sekitar tiga minggu.

Kendalanya sama halnya dengan hotel lain, ada beberapa customer yang sudah terbiasa menggunakan sedotan.

"Kemudian kita sampaikan bahwa untuk saat ini kita sudah mengurangi penggunaan sedotan dan sudah tidak lagi menggunakan sedotan untuk minuman-minuman yang dingin. Mereka ada yang memang juga support, ada yang memang masih belum bisa membiasakan diri," ujar Wahyudi.

Tentunya, sedotan plastik akan diberikan by request. Amarta Hills Hotel and Resort sendiri telah menyebar flyer-flyer dan juga menyosialisasikan gerakan tanpa sedotan ini di media sosial.

"Kita sangat mendukung sekali di awal kedatangan dari Climate Change Frontier (CCF) ini, di mana kami rasa bahwa sangat baik untuk lingkungan apalagi program go green ini memang sedang lagi digalakkan," tandasnya.