Petugas ketika mengevakuasi jenazah yang terlibat kecelakaan beruntun, Kecamatan Kepanjen (Foto : Pos Lantas Kepanjen fo MalangTIMES)
Petugas ketika mengevakuasi jenazah yang terlibat kecelakaan beruntun, Kecamatan Kepanjen (Foto : Pos Lantas Kepanjen fo MalangTIMES)

MALANGTIMES - Aspal jalan di Kabupaten Malang kembali memakan korban. Kali ini giliran kawasan Jalan Raya Dusun Semanding Desa Curungrejo Kecamatan Kepanjen, yang mengakibatkan satu nyawa melayang , Senin (25/3/2019) pagi.

Insiden kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Diperoleh keterangan, kronologi bermula ketika sepeda motor Honda GL Max nopol N-2172-DL yang dikendarai Agus Supriadi warga Jalan Diponegoro Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran ini. Melintas dari arah selatan dengan kecepatan sedang.

Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya pada kilometer 07-08 arah Kendalpayak menuju Kepanjen. Agus berupaya mendahului kendaraan yang berada di depannya. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan juga melaju mobil Isuzu Panther nopol N-1045-DP, yang dikemudikan oleh Yantok warga Desa Ngijo Kecamatan Karangploso.

Lantaran jarak yang sudah dekat, membuat Agus tidak bisa menguasai laju sepeda motornya. “Braaaaakkk . ,” pria yang berusia 28 tahun itu, akhirnya menabrak bagian depan mobil berplat nomor merah tersebut.

Usai menabrak bagian depan mobil dinas itu, korban seketika terpelanting ke arah kanan dan menabrak bagian belakang mobil Toyota Avanza nopol N-1975-DC yang dikemudikan oleh Vivin Febriana warga Jalan Ahmad Yani Kelurahan Ardirejo Kecamatan Kepanjen.

Akibat kecelakaan karambol ini, Agus mengalami luka parah di bagian kepala lantaran benturan keras. Warga setempat yang mengetahui peristiwa ini, bergegas menolong korban dan sebagian lainnya melaporkan ke pihak kepolisian. “Akibat kecelakaan ini, korban seketika meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di bagian kepala,” kata Kanitlaka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.

Mendapat laporan, personel kepolisian dikerahkan ke lokasi kejadian. Dengan menggunakan mobil ambulans, jenazah seketika dilarikan ke kamar mayat guna kepentingan penyidikan. “Kasus ini masih kami dalami, usai kejadian jenazah langsung dievakuasi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang,” sambung Agus.

Hingga berita ini ditulis, petugas kepolisian masih mengkaji hasil dari olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta keterangan dari beberapa saksi. “Tiga kendaraan yakni satu motor dan dua mobil yang mengalami kerusakan, sudah kami amankan sebagai barang bukti,” ujar Agus.