Ir. Lilis Pujiharti, Kabid Perumahan dan Pertanahan Disperkim Kota Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ir. Lilis Pujiharti, Kabid Perumahan dan Pertanahan Disperkim Kota Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, saat ini tengah melakukan proses verifikasi lapangan terhadap tujuh perumahan di Kota Malang.

Dari tujuh perumahan tersebut, dua diantaranya saat ini telah selesai dilakukan verifikasi lapangan, yakni perumahan Bumi Sulfat Residance dan juga perumahan di kawasan Tunggul Wulung.

Hal itu, dibenarkan oleh Ir. Lilis Pujiharti, Kabid Perumahan dan Pertanahan Disperkim Kota Malang (24/3)2018). Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang nomor 2 tahun 2013 tentang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU).

Namun dalam upaya penyerahan PSU tersebut, masih belum final dan berada pada tahapan verifikasi lapangan. Sebab saat ini pihaknya masih mengalami kendala, seperti kendala anggaran yang berkaitan dengan penyerahan PSU.

"Namun diharapkan pada 2019, Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) bisa dilakukan lebih awal, sehingga bisa segera diselesaikan. Namun itupun, sepertinya nggak bisa 100 persen, dengan hanya dalam waktu beberapa bulan. Namun yang tahun kemarin saja, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni belum selesai," jelasnya.

Dalam verifikasi lapangan tersebut, pihak Disperkim memiliki tim khusus yang berasal dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Uang (DPUPR), Badan Pertanahan Nasional (BPN) Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD), dan beberapa OPD lainnya.

"Dokumen-dokumen administrasi sudah kami cek, dan saat ini dalam tahapan verifikasi lapangan. Jika masih ada kekurangan tentu kami minta untuk dilengkapi minimal kondisi PSU harus sudah baik, semua harus sesuai dengan site plan. Dan setelah selesai, nantinya akan diserahkan ke wali kota, yang selanjutnya diserahkan di BPKAD untuk diinventarisir," jelasnya pada MalangTIMES.

Sementara itu, dari data sementara, sekitar 170 lebih perumahan saat ini belum menyerahkan PSU mereka kepada pihak Pemkot Malang. Sementara perumahan yang telah menyerahkan ke Pemkot sebanyak 22.