Banyak Pengunjung Terobos Garis Pembatas, Warga Inisiatif Pagari Situs dengan Bambu

MALANGTIMES - Puluhan warga Dusun Sekaran turut serta dalam kegiatan kerja bakti pemasangan pagar pembatas pengunjung di situs Sekaran, Dusun Sekaran Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada Senin (25/3/2019). Kerja bakti pemasangan pagar tersebut dilakukan warga Sekaran sejak pukul 08.00 WIB.

Pagar pembatas tersebut dipasangkan warga dengan mengelilingi situs tersebut dan dipasangkan di luar garis pembatas. Sebab, warga melihat banyak pengunjung situs yang masuk ke area situs meskipun sudah diberi garis pembatas dan juga ada banner yang menyebutkan larangan masuk ke area situs. Hal tersebut dikatakan Tamari selaku koordinator dari kerjabakti tersebut saat ditemui MalangTIMES di lokasi kerja bakti pemasangan pagar situs.

"Sebelumnya banyak pengunjung yang masuk, bahkan sampai menginjak batu batanya hanya untuk berfoto selfi saja," jelas Tamari.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa juga ada orang asing yang pada malam hari datang ke situs. Tanpa pikir panjang ia langsung mendatangi orang tersebut dan ketika ditanya, orang tersebut mengaku hanya hendak berdoa saja.

"Waktu itu ada yang datang kesini malam hari, saya samperin bilangnya mau berdoa untuk leluhurnya, langsung saya minta keluar dan berdoa dari luar saja," tutur Tamari.

Untuk pemasangan pagar sendiri dikatakan Tamari hanya menggunakan bambu. Bambu tersebut diambil dari sekitar lokasi situs yang masih merupakan milik Tamari sendiri. Ia mengatakan dibuatnya pembatas tersebut merupakan salah satu kepedulian warga dusun terhadap kelestarian situs.

"Kami buat pagar ini karena kami peduli situs Sekaran ini, kami ingin melestarikannya, kalau bisa jadi tempat wisata juga," lanjutnya. 
Selain itu, untuk tindakan pengamanan lainnya untuk situs Sekaran, ia mengatakan sudah melakukan pengamanan bersama 5 orang warga dusun perwakilan dari setiap RT yang dilakukan secara bergilir atau shift.

"Kita juga ajak warga untuk menjaga situs agar tidak dimasuki pengunjung, kita ambil perwakilan dari setiap RT, ada 5 orang yang ikut menjaga, kita bikin shift," pungkasnya. 

Top