MALANGTIMES - Jalan rusak kembali mendapat protes dari masyarakat Kota Malang. Kali ini, salah satu jalan yang menjadi perhatian warga adalah Jl. Sultan Agung, yang tampak ada lubang dengan diameter lumayan besar.

Jalan rusak yang berada tepat di persimpangan depan Bank Panin itu pun menjadi sorotan sejak beberapa hari terakhir. Warga memprotes dan berharap Pemerintah Kota Malang segera melakukan pembenahan.

Menanggapi itu, Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso menjelaskan jika kerusakan jalan yang terjadi di persimpangan tersebut sudah dipantau oleh tim Dinas PUPR. Setelah dilakukan kroscek, kerusakan jalan ternyata dikarenakan oleh rembesan air yang berasal dari pipa milik PDAM Kota Malang.

"Jadi kerusakan jalan ada banyak faktornya. Salah satunya itu karena air, entah rembesan air atau genangan air," kata pria yang akrab disapa Sony itu pada MalangTIMES, Senin (25/3/2019).

Usai melakukan kroscek dan mengetahui penyebabnya adalah rembesan air dari pipa air, Sony menjelaskan jika dirinya langsung berkoordinasi dengan PDAM Kota Malang. Sehingga pihak PDAM dapat segera melakukan tindakan dan akan dibantu oleh Dinas PUPR.

"Kami sudah sampaikan ke PDAM Kota Malang. Akan segera diselesaikan," paparnya lagi.

Lebih jauh pria berkacamata itu menyampaikan jika rembesan air dikarenakan pipa air tersebut sudah sering terjadi. Salah satunya seperti di kawasan dekat swalayan Sardo, tepatnya di Jl. Gajayana yang sempat ramai beberapa waktu lalu.

"Dan itu semua sudah kami koordinasikan. Selain itu, titik rembesan karena pipa air PDAM juga banyak di beberapa titik dan berdampak pada kerusakan jalan," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan jika rembesan dan genangan air itu mengakibatkan material padat pada jalan turun. Sehingga menimbulkan jalan berlubang hingga diameter yang cukup besar. Maka sesuai interaksi Wali Kota Malang, menurutnya penindakan dengan cepat langsung dilakukan.

Tak hanya itu, Sony juga menyampaikan jika untuk mencegah rembesan air ataupun penyebab jalan rusak lainnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan OPD terkait. Termasuk PDAM Kota Malang untuk mencegah kemungkinan rembesan lainnya.

"Kami pasti selalu koordinasikan, karena itu adalah masalah urgent yang harus segera diselesaikan," pungkasnya.