Kampanye terbuka perdana capres 02 Prabowo Subianto di Makassar, kemarin (24/03) (@Gerindra)
Kampanye terbuka perdana capres 02 Prabowo Subianto di Makassar, kemarin (24/03) (@Gerindra)

MALANGTIMES - Kampanye terbuka sudah dimulai sejak Minggu (24/03/2019) kemarin. Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden pun telah memulai menggerakkan kekuatannya untuk berkampanye secara terbuka di berbagai lokasi yang telah ditentukan oleh KPU.

Adu strategi untuk menarik perhatian masyarakat pun dimulai sejak kemarin. Seperti yang diperlihatkan oleh Paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno maupun Paslon 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Prabowo yang kebagian kampanye terbuka di Makassar, kemarin, kembali menyampaikan terkait persoalan negara dalam orasinya. Dimana, Prabowo menegaskan, apabila kita sakit maka berobatlah ke dokter. "Tapi kalau dokter salah memberikan obat, maka gantilah dokternya," kata Cawapres 02 ini menyikapi pola pemerintahan Joko Widodo saat ini.
Pernyataan Prabowo tersebut terkait mengenai kebocoran uang negara yang eksesnya membuat masyarakat sendiri yang menderita. 

"Kebocoran uang negara setiap tahunnya sampai seribu triliun. Uang itu keluar dari Indonesia ke luar negeri. Saya tidak menyalahkan satu, dua, tiga orang saja. Tapi sistem yang salah yang harus diganti," tegas Prabowo dalam orasinya.

Ibarat orang sakit dan berobat ke dokter, tapi dokter salah memberi obat. "Maka ganti dokternya," tegas Prabowo di hadapan ribuan pendukungnya.

Selain melontarkan kritik terhadap sistem pemerintahan Joko Widodo yang mengakibatkan dugaan kebocoran uang negara dengan nilai fantastis setiap tahunnya tersebut, Prabowo juga memberikan solusi untuk menghentikan kebocoran itu. Bahkan, dirinya berjanji akan mengembalikan kebocoran uang negara paling tidak Rp 100 triliun di tahun pertamanya menjabat jika nanti terpilih menjadi presiden.

"Katakanlah tahun pertama (menjabat) kita hanya bisa menghentikan, katakanlah Rp 100 triliun dari Rp 1.000 kita hentikan. (Dengan) Rp 100 triliun, berarti (tekor) BPJS beres, kita bisa naikkan gaji pejabat-pejabat yang penting, seperti hakim, jaksa, polisi, tentara. kita perbaiki gaji mereka supaya mereka punya kehormatan," ujar Prabowo seperti dilansir beberapa media beberapa waktu lalu.

Selain mengkritisi kebocoran uang negara, Prabowo juga melempar tema terkait kekayaan bangsa Indonesia yang mengalir ke luar negeri. Dimana sang capres 02 ini mengatakan, lebih dari Rp 11 ribu triliun uang negara mengalir keluar negeri. "Sedangkan jumlah uang di seluruh bank dalam negeri hanya Rp 5.400 triliun. Berarti dua kali kekayaan Indonesia tidak berada di dalam Indonesia," tegasnya.

Berbeda dengan rivalnya, capres 01 Jokowi dalam kampanye terbuka perdananya mengusung tema kegembiraan di Kota Serang, Banten. Jokowi menyampaikan, dirinya tak mau mengumbar hal-hal yang menakuti rakyat dalam pesta demokrasi ini.

"Ini pesta demokrasi, masa kita harus kampanye yang seram-seram? Tapi yang paling penting, ingat hari Rabu 17 April, jangan lupa pilih yang baju putih. Karena putih adalah kita," ujar Jokowi yang dalam kampanye terbuka perdananya memakai pesta budaya. Bukan hanya diisi orasi-orasi.

Karena, lanjut Jokowi, ini pesta demokrasi. "Jadi harus arahnya ke kegembiraan. Sekaligus pengenalan seni budaya daerah. Tentunya juga kampanye positif, melawan hoax dan sebagainya," tutur Jokowi seperti dilansir media nasional.

Kampanye terbuka bagi paslon capres-cawapres mulai sejak Minggu kemarin  hingga 13 April mendatang. Berdasarkan pengundian, Paslon nomor urut 01 mendapat giliran pertama kampanye di Zona B. Sedangkan Paslon nomor urut 02 di zona A. Dengan sistem pergantian zona dilakukan per dua hari sekali.

Dari data KPU, Zona A terdiri dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. 

Sementara Zona B terdiri dari Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Barat. Dengan masing-masing zona terdiri dari 14 wilayah.