Suasana penyerahan anak dari Dinas Sosial Kabupaten Blitar kepada Ponpes Bahrul Maghfiroh Kota Malang pada Kamis (3/9/2015). (Foto: ferry/malangtimes)

Suasana penyerahan anak dari Dinas Sosial Kabupaten Blitar kepada Ponpes Bahrul Maghfiroh Kota Malang pada Kamis (3/9/2015). (Foto: ferry/malangtimes)



MALANGTIMES - Pondok pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, mendapat tugas dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk membina secara mental, spiritual dan pendidikan seorang anak dibawah umur yang baru saja menyelesaikan masa pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. ‎

Penyerahan MH, anak berusia 16 tahun asal Bangkalan itu, dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Blitar kepada Yayasan Bahrul Maghfiroh pada Kamis (3/9/2015) di Ponpes yang berada di Jalan Joyo Utomo 2 Kelurahan Merjosari itu.

‎Acara serah terima berlangsung sangat sederhana. "Intinya, si anak diserahkan ke Ponpes Bahrul Maghfiroh untuk mendapat pembinaan dan pendidikan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada," ujar Ketua Yayasan Bahrul Maghfiroh, Hartono kepada MALANGTIMES.

Hadir pula dalam acara tersebut, perwakilan dari Dinas Sosial Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, bersama para pekerja sosial dari Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) Kemensos RI.

Pembinaan anak yang bermasalah hukum menjadi perhatian Kemensos RI. Sebelumnya, Mensos Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke berbagai daerah dan mendapati kasus seperti dialami MH, anak yang tak lagi mempunyai orangtua.

"MH ini anak baik, dia hafal Alquran, sehingga perlu penanganan yang tepat setelah keluar dari lapas anak," ujar Hartono. ‎Hingga akhirnya Kemensos RI merekomendasikan Ponpes Bahrul Maghfiroh sebagai tempat pembinaan bagi MH.

"Ini meneruskan apa yang sudah menjadi program pemerintah melalui Kemensos. Karena masih anak-anak, tidak punya orangtua, harus dicarikan tempat yang tepat," pungkas Hartono. (*)

End of content

No more pages to load