Salah satu anak penderita Down Syndrome yang turut serta dalam penggilingan kedelai untuk diolah menjadi tahu (Luqmanul Hakim/Malang Times)

Salah satu anak penderita Down Syndrome yang turut serta dalam penggilingan kedelai untuk diolah menjadi tahu (Luqmanul Hakim/Malang Times)



MALANGTIMES - Memperingati hari Down Syndrome sedunia yang jatuh pada 21 Maret lalu, komunitas Worlds (Walk Together and Love People With Down Syndrome) Malang ajak para orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya penderita Down Syndrome (DS). 

hari Down Syndrome digelar oleh  komunitas Worlds yang beranggotakan para orang tua penderita DS, dokter tumbuh kembang, psikolog, dokter spesialis lainnya serta anggota yang terlibat lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mereka menyerukan serta mensosialisasikan kepada para orang tua ataupun tetangga dekat agar bisa lebih peduli terhadap pertumbuhan ABK khususnya penderita DS tersebut. Kepedulian tersebut bisa dilakukan dengan cara gerak jalan, game, dan juga pertemuan orang tua.

"Anak penderita DS ini sebenarnya bisa dididik untuk mampu berkreasi. Serta pandangan masyarakat terhadap penderita DS bahwa mereka itu idiot dan tak bisa diajari itu salah. Tapi, melalui terapi sejak dini, kemampuan mereka bisa melebihi kemampuan anak normal" ujar Arnitha Vendry Agustin ketua komunitas Worlds Malang kepada Malang Times Minggu (24/3/2019)

Ia mengatakan bahwa komunitasnya tersebut ingin mengajak para orang tua dari penderita DS tidak menganggap rendah kondisi buah hatinya yang memiliki DS yang sebenarnya mereka bisa berkembang leboh baik. "Ketika orang tua semakin bisa menerima anak tersebut, maka tumbuh kembang anak itu akan semakin baik, begitu juga sebaliknya" papar Arnitha.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan sesi kedua. Ssebelumnya sesi pertama sudah digelar pada 17 Maret lalu dengan mengadakan pentas seni dan apresiasi dari anak - anak penderita DS tersebut. Di sesi kedua ini, mereka diajak untuk bersosialisasi dengan masyarakat melalui jalan sehat di car free day jalan Ijen Kota Malang. Kemudian mereka diajak untuk sarapan bersama dan dilanjutkan dengan pelatihan tahu sehat dan aneka olahan serat kedelai untuk para anggota komunitas Worlds termasuk anak penderita DS di House Of Fatima Child Centre Kota Malang .

Dalam kegiatan tersebut, turut serta juga Imansyah Aditya Fidri. Adit merupakan penderita DS yang memiliki kemampuan sebagai drumer dari Payakumbuh Sumatra Barat. Diiharapkan dengan kehadiran Adit mampu menambah semangat bagi penderita DS lainnya.

End of content

No more pages to load