Laseman tersangka beserta barang bukti motor hasil curian ketika diamankan pihak kepolisian, Kecamatan Dampit (Foto : Polsek Dampit for MalangTIMES)
Laseman tersangka beserta barang bukti motor hasil curian ketika diamankan pihak kepolisian, Kecamatan Dampit (Foto : Polsek Dampit for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah mengamankan seorang pelaku pencurian sekaligus penadah. Anggota kepolisian Unit Reskrim Polsek Dampit, langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan seorang pelaku jaringan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Seperti yang sudah diberitakan, Sabtu (23/3/2019) malam. Agung Septian Andrianto warga Jalan KH. Agus Salim Kelurahan Sisir Kota Batu, diamankan petugas lantaran terlibat jaringan peredaran curanmor.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy nopol N-3333-AL. Kendaraan tersebut diketahui milik seorang korban yang bernama Khaninun Mufrodin, warga Jalan Kauman Desa Pagedangan Kecamatan Turen, yang dicuri pada pertengahan tahun 2018 lalu.

Berselang beberapa jam kemudian, polisi yang melakukan pengembangan kasus berhasil mengamankan seorang pelaku lainnya. Tersangkanya adalah Laseman, warga Dusun Darungan Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir, Minggu (24/3/2019) dini hari.

Pria yang saat ini berusia 30 tahun ini, ditangkap ketika berada di sebuah warung kopi yang berlokasi di Jalan Raya Dusun Sonosari Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario nopol N-2740-IX.

"Kami berkolaborasi dengan jajaran Unit Reskrim Polsek Bululawang, untuk menangkap tersangka. Kasus ini juga masih kami dalami, terutama untuk memburu keberadaan pelaku utamanya," jelas Kapolsek Dampit, AKP Amung Sri Wulandari.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini menuturkan, terungkapnya kasus ini bermula setelah polisi menyamar sebagai calon pembeli. Modusnya sama, yakni menjual sepeda motor dengan harga murah, lantaran kendaraan dalam kondisi bodong.

Ketika terjadi kesepakatan harga, petugas seketika mengajak ketemuan pelaku untuk melangsungkan transaksi penjualan. Setibanya dilokasi kejadian, polisi langsung meringkusnya. “Tersangka utamanya sudah kami kantongi identitasnya, kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar mantan Kapolsek Pakisaji ini.