Ilustrasi okerbaya (prosalina)
Ilustrasi okerbaya (prosalina)

MALANGTIMES - Satreskoba Polres Malang Kota (Makota) kembali sukses membongkar dua kasus. Kasus yang diungkap tersebut, satu kasus narkoba dan satu kasus obat keras berbahaya atau yang biasa disebut okerbaya.

Pengungkapan kasus tersebut diakui Kasatreskoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat, Sabtu (24/3/2019). Menurut kasat, dari hasil pengungkapan tersebut, dua pelaku berhasil diamankan petugas.

Pertama, petugas menangkap Dwi Juiawan Winarko (26), warga Jalan LA Sucipto, Kota Malang. Bermula ketika petugas mendapatkan informasi adanya peredaran narkoba di kawasan Blimbing. Setelah itu, petugas langsung melakukan penyelidikan.

Upaya petugas berbuah manis. Petugas yang telah mengantongi identitas pelaku selanjutnya menemukan pelaku sedang duduk bersantai di pos sebuah perumahan di Gang Makam, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

"Nah pas digeledah dari ditemukan barang bukti narkotika golongan I berjenis  ganja (cannabis).  Barang bukti yang ditemukan dari tangan pelaku seberat 5,36 gram," ucapnya.

Di pos satpam tersebut, pelaku ternyata tidak sendiri. Pelaku bersama temannya yang bernama Sochipul alias Cepek (35). Polisi juga menggeledah Cepek.

Kecurigaan petugas ternyata benar. Dari tangan Cepek, polisi mendapati pil berwana putih yang diketahui merupakan dobel L. Dan tak tanggung-tanggung, jumlah pil dobel L yang ditemukan Polisi dari pria lulusan SD ini berjumlah 5.120 butir.

"Nah keduanya saat ini masih kami dalami keterangannya. Dari mana mereka mendapatkan barang-barang tersebut, masih kami telusuri. Untuk pelaku D (Dwi) dikenakan Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara. Sedangkan untuk C (Cepek) dikenakan Pasal 197 dan atau Pasal 196 dan atau Pasal 198 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan ancaman maksimal 15 tahun," pungkasnya