MALANGTIMES - Pasca sengketa tanah di area rumah tua Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, membuat pedagang kaki lima (PKL) harus angkat kaki dari lahan itu. Totalnya kurang lebih selama empat bulan lamanya mereka terpaksa tidak mengais rezeki.

“Ya sudah enpat bulanan harus nganggur. Pengeluaran terus keluar, tapi pemasukannya itu berkurang,” kata Mariati, salah satu PKL. 

Pada 29 Maret 2019 mendatang direncanakan sejumlah 72 PKL dari rumah tua akan pindah ke tempat baru. Namanya Pasar Panggung di selatan Gedung Olahraga (GOR) Ganesha, area Alun-Alun Kota Batu.

“29 Maret nanti kita akan pindah di Pasar Panggung. Setiap stannya diberi tempat ukuran 2 x 2 meter,” imbuhnya kepada MalangTIMES.

Terlihat Minggu (24/3/2019) sebagai PKL itu masih berbenah untuk mempersiapkan bedak untuk berjualan. Selain itu, banner-banner menu makanan juga sudah tertempel di dinding-dinding bedak mereka.

Lahan yang digunakan itu totalnya seluas 500 meter persegi. Lahan itu dipersiapkan bagi 72 PKL Jalan Sudiro yang ingin kembali beraktivitas berjualan. 

Mariati mengatakan cukup senang setelah empat bulan tidak mendapatkan penghasilan, akhirnya pada akhir bulan Maret dapat beraktivitas kembali. “Senang rasanya, karena roda perekonomian terus berputar kami juga perlu pemasukan,” tambah warga Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Unit Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu Eko Suhartono menambahkan, area itu sebelumnya hanya tanah yang ditumbuhi rumput liar. Untuk kebutuhan lahan relokasi PKL rumah tua, akhirnya Pemkot Batu membenahi area tersebut.

“Ketika nanti mereka pindah segal fasilitas baik pedagang dan konsumen itu terpenuhi. Mulai dari tempatnya seperti pujasera begitu, juga ada toilet,” ujsr Eko.

Menurut dia,  lahan Pasar Panggung itu tidak seluruhnya pembiayaan dari Pemkot Batu, melainkan juga dari swadaya dari PKL rumah tua yang inisatif untuk lancarnya berjualan.

Lahan itu disiapkan kepada PKL rumah tua agar tidak berjualan di pinggir jalan atau sembarangan tempat. “Semoga nanti mereka dapat beraktivitas lagi, dan perekonomian itu kembali lancar,” harapnya.