Ilustrasi pantai sendang biru, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Ilustrasi pantai sendang biru, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Meski musim kemarau diprediksi bakal terjadi pada bulan April namun sederet musibah masih sering terjadi diberbagai wilayah di Kabupaten Malang. 

Selain bencana di darat mulai dari angin kencang, banjir, dan tanah longsor para nelayan dan wisatawan yang hendak beraktivitas di kawasan perairan, juga diimbau agar lebih berhati-hati.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Anung Suprayitno selaku Kasi Observasi dan Informasi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Karangploso. 

Pihaknya menjelaskan, jika sejak awal Maret lalu berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. 

Berpotensi mengalami bencana Hidrometeorologi. 

Di mana fenomena alam seperti ini menyebabkan dampak bencana yang silih berganti terjadi pada penghujung bulan Maret ini.

“Sejak awal Maret, atmosfer muncul secara bersamaan. Fenomena tersebut meningkatkan potensi curah hujan yang tinggi. Selain itu, kami juga mengidentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), yang dapat berpotensi bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang hingga akhir bulan Maret mendatang,” kata Anung, kepada MalangTIMES.

Penjelasannya, fenomena MJO yang disebabkan oleh gelombang atmosfer yang bergerak secara merambat dari arah barat dapat meningkatkan potensi curah hujan disetiap daerah yang dilaluinya, tanpa terkecuali di Kabupaten Malang.

Selain bencana di darat seperti yang sudah disebutkan tadi, para nelayan dan wisatawan yang hendak beraktivitas di kawasan perairan disarankan juga lebih berhati-hati. 

Hal ini dikarenakan, fenomena MJO juga berpotensi mengakibatkan gelombang laut lebih tinggi. 

“Gelombang laut diperkirakan mencapai kisaran antara 2,5 hingga empat meter,” sambung Anung.

Terkait hal ini, pihaknya mengimbau kepada para nelayan agar lebih waspada. 

Terpantau hingga beberapa pekan kedepan, fenomena alam semacam ini bakal terus terjadi di berbagai wilayah termasuk Kabupaten Malang. 

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang hendak beraktifitas di kawasan perairan agar lebih waspada. Terutama bagi para nelayan yang hendak melaut, sebaiknya lebih berhati-hati dan jangan memaksakan diri,” imbaunya.

Sementara itu, Hermanto salah satu nelayan di Sendang Biru membenarkan jika beberapa hari belakangan ini, gelombang ombak di perairan memang terbilang tinggi. 

Hal ini yang membuat beberapa nelayan, memilih menepikan perahu mereka hingga situasi alam kembali normal. 

“Selain ombak, angin besar juga menjadi kendala. Jadi hanya sebagian nelayan saja yang berani melaut,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load