Petugas kepolisian saat mengevakuasi kendaraan roda empat yang nyungsep ke sungai brantas mengunakan mobil derek, Kecamatan Kepanjen (Foto : Lantas Kepanjen for MalangTIMES)

Petugas kepolisian saat mengevakuasi kendaraan roda empat yang nyungsep ke sungai brantas mengunakan mobil derek, Kecamatan Kepanjen (Foto : Lantas Kepanjen for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Apabila rasa kantuk sudah tidak bisa ditahan, sebaiknya jangan memaksakan untuk terus berkendara. Jika tidak, nyawa bisa jadi taruhannya. Seperti kejadian nahas yang dialami Lutfi Arif Rahman Hakim warga Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Sabtu (23/3/2019) dini hari.

Diduga kuat karena mengantuk, korban mengalami kecelakaan. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Kanitlaka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto. “Diduga pengemudi mengantuk, sehingga menabrak dinding pembatas jembatan yang menyebabkan mobil yang dikemudikannya nyungsep ke aliran sungai brantas,” kata Kanitlaka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.

Diperoleh keterangan, kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 03.30 waktu setempat. Saat itu Lutfi mengemudikan kendaraan mobil Daihatsu Xenia nopol N-1578-ED, dari arah barat dengan kecepatan sedang.

Setibanya di kawasan Jalan Raya Kedungpendaringan Kecamatan Kepanjen. Tepatnya di kilometer 03-04 arah Kepanjen menuju Kecamatan Turen. Korban yang tidak sadarkan diri karena mengaku mengantuk ini, tetap menggeber kendaraannya dengan melaju lurus, meski di lokasi kejadian saat itu menunjukkan jalan yang berbelok.

Akibatnya, kendaraan yang dikemudikan oleh pria yang kini berusia 31 tahun itu, menghantam dinding jembatan dan terpelanting ke dasar aliran sungai brantas. “Di lokasi kejadian memang rawan terjadi kecelakaan, sebab jalan turunan yang kemudian berbelok. Membuat para penguna jalan yang tidak hafal medan akan menghantam jembatan dan berujung kecelakaan,” sambung Agus.

Warga yang mengetahui insiden ini, bergegas menolong korban dan sebagian di antaranya melaporkan ke perangkat desa setempat. Posisi mobil yang berada di dasar sungai, membuat warga kesusahan untuk mengevakuasi dan memutuskan untuk melaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, beberapa personel kepolisian diterjunkan ke lokasi kejadian. Mobil yang nyungsep ke dasar sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter itu, membuat petugas kesusahan untuk mengevakuasi kendaraan tersebut. “Mobil baru bisa dievakuasi sekitar 4 jam setelah kejadian, dengan menggunakan mobil derek,” terang Agus. 

Agus menambahkan, meski kondisi kendaraan yang rusak parah. Namun seorang pengemudi dan satu penumpang dikabarkan dalam kondisi baik-baik saja. “Kedua korban hanya mengalami luka ringan, lecet-lecet saja,” imbuhnya.

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan beberapa saksi. Kejadian ini murni karena kesalahan pribadi, dan termasuk kecelakaan tunggal. Atas dasar ini, korban memutuskan untuk tidak membuat laporan ke polisi. “Korban menolak untuk kami tangani dan bersedia membuat surat pernyataan,” ujar Agus.

End of content

No more pages to load