Yanto tersangka beserta barang bukti sabu saat proses penyidikan berlangsung, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Yanto tersangka beserta barang bukti sabu saat proses penyidikan berlangsung, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Zaman sekarang sebaiknya lebih selektif dalam memilih pertemanan. Jika tidak, pengaruh negatif dari kebiasaan teman baru yang kita jumpai bakal berdampak kepada diri sendiri. Seperti yang dialami oleh Yanto warga Desa Sanankerto Kecamatan Turen.

“Saya mulai kenal narkoba setelah akrab dengan seorang teman kerja. Awalnya hanya coba-coba akhirnya keterusan dan terlibat peredaran narkoba,” kata pria yang bekerja di salah satu pemotongan kayu yang berlokasi di Kecamatan Turen ini.

Sambil tertunduk saat memberikan keterangan di hadapan penyidik, Yanto menceritakan kronologi awal terlibat peredaran narkoba. Tepatnya pada beberapa bulan lalu, pria 31 tahun ini mengenal Khoir. Saat itu temannya tersebut baru saja menjadi karyawan baru ditempat Yanto bekerja.

“Dia (Khoir) bilang kalo mengonsumsi sabu bisa menambah semangat kerja. Saya sudah menjadi pengguna narkoba sekitar tujuh bulan sebelum akhirnya ditangkap polisi,” sambung Yanto, Jumat (22/3/2019).

Ditemui di saat bersamaan, KBO Satres Narkoba Polres Malang, Iptu Suryadi menuturkan, terungkapnya kasus ini bermula dari keterangan Khoir yang sebelumnya sudah diamankan polisi. Dari kesaksiannya, pelaku mengaku jika memiliki kaki tangan dalam mengedarkan sabu, yakni Yanto.

Tanpa menunggu lama, petugas akhirnya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Yanto di rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Turen. Saat itu, polisi menyita beberapa barang bukti yang disimpan dirumah pelaku. Diantaranya dua poket sabu dengan berat lebih dari dua gram, seperangkat alat hisap, dan uang tunai senilai Rp 1,2 juta.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya 12 tahun kurungan penjara,” ujar Suryadi.

Terdapat fakta unik dalam proses penyidikan berlangsung. Dimana jaringan perdaran narkoba yang dilakoni kedua tersangka ini. Ternyata dipasok oleh seorang bandar yang berinisial BD. “Dari kesaksiannya, Yanto mengaku mendapatkan sabu dari Khoir. Sedangkan sabu yang didapatkan Khoir berasal dari tersangka BD yang merupakan kakak sepupu Yanto. Kasus ini masih kami kembangan, termasuk memburu keberadaan DPO (Daftar Pencarian Orang) dengan inisial BD tersebut,” tutup Suryadi saat ditemui awak media.