Sajian jus di Savana Hotel & Convention Malang kini tidak lagi disertai sedotan plastik. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Sajian jus di Savana Hotel & Convention Malang kini tidak lagi disertai sedotan plastik. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berbagai upaya menjaga lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik terus dilakukan. Hingga Maret, setidaknya 38 hotel, restoran dan kafe di Jawa Timur (Jatim) telah ikut kampanye #byesedotanplastik. Gerakan itu mengajak pengusaha makanan dan minuman mengurangi penggunaan sedotan plastik.

Kampanye #byesedotanplastik sendiri mulai digaungkan oleh komunitas peduli lingkungan Climate Change Frontier (CCF) sejak Februari 2019 lalu. "Sejak diluncurkan, sudah ada 38 partisipan yang mengikuti kampanye ini. Ada 15 hotel, 14 kafe/resto. Sisanya perusahaan dan sekolah mulai yang ada di Kota Malang, Batu, dan Bojonegoro," ujar founder CCF Eko Baskoro. 

Ditemui di Savana Hotel & Convention Malang, Baskoro mengungkapkan kampanye itu dilakukan sebagai upaya mengatasi permasalahan pemanasan global (global warming). "Untuk di Kota Malang sendiri sudah ada belasan yang gabung. Untuk hotel, ada Hotel Savana, Aria Gajayana, Ijen Suites, The 1O1 Malang OJ dan di Kota Batu misalnya Hotel Amarta Hills," paparnya. 

Dia mengaku, selama ini pihaknya menemui pro kontra terkait kampanye tersebut. Bahkan, ada juga hotel yang tidak merespon ajakan itu. "Hotel yang menolak biasanya sudah mempunyai program sendiri. Kadang mereka juga ingin mendiskusikan terlebih dahulu. Tapi ujung-ujungnya tidak ada kabar," paparnya. 

Pihaknya memang lebih konsen untuk menyasar pihak hotel dan restoran. Pasalnya, sedotan plastik lebih banyak dihasilkan oleh hotel dan kafe. "Satu kafe bisa membuang sedotan plastik sebanyak 500-750 sedotan per hari," ungkapnya.

Salah satu hotel yang sudah menerapkan kampanye pengurangan sedotan plastik yakni Savana Hotel & Convention Malang. Bahkan, pihak manajemen mencatat telah ada pengurangan penggunaan sedotan plastik hingga 25 persen dibandingkan sebelum mengikuti kampanye #byesedotanplastik. 

General Manager (GM) Savana Hotel & Convention Malang Suprapto mengatakan, pengurangan sedotan plastik memang tidak langsung dilakukan secara instan. Namun bertahap, terjadi penurunan penggunaan yang cukup signifikan. "Butuh proses. Bulan pertama, kami baru mampu mengurangi sekitar 10 persen penggunaan sedotan. Sekarang sudah mencapai 25 persen. Tidak bisa langsung stop," ujarnya. 

Suprapto menyebut, hotel yang beralamat di Jalan Letjen Sutoyo itu mulai melakukan pengurangan sedotan plastik sejak awal Februari lalu. "Saat ditawari ikut kampanye #byesedotanplastik ini tentu langsung kami rapatkan dan ada respons positif. Dengan pertimbangan (faktor) kesehatan, Savana per awal Februari sudah menerapkan pengurangan sedotan plastik," ujarnya.

Pada awal penerapan kampanye tersebut, pihaknya mengaku mendapat banyak pertanyaan dari para tamu. "Saat diterapkan, banyak yang tanya. Kemudian kami jelaskan bahwa kami menerapkan (penggunaan sedotan) on request. Tapi kalau tetap minta, ya kami berikan," terangnya. 

Menurut dia, hal itu dijadikan sebagai proses edukasi bagi para tamu hotel. Meskipun begitu, tidak sedikit tamu yang paham dengan kampanye tersebut. "Mereka (tamu) aware ke kesehatan, peduli," kata dia.

Suprapto  mengaku, tamu asing lebih cepat menerima kampanye tersebut dibandingkan tamu lokal. "Mungkin mereka sejak dini sudah diberi edukasi (pengurangan sedotan plastik)," ungkapnya. 

Selama ini pihaknya hanya memasang banner yang menyatakan mengikuti kampanye tersebut di lobby hotel. Ke depan, ajakan pengurangan itu juga akan dicantumkan di welcome letter yang diberikan di kamar-kamar tamu.