Salah satu titik jalan yang terdapat tulisan "Ajor Ji!" berlokasi di Jalan Veteran Kota Malang.

Salah satu titik jalan yang terdapat tulisan "Ajor Ji!" berlokasi di Jalan Veteran Kota Malang.



MALANGTIMES - Banyaknya aspal jalan yang rusak dan berlubang di Kota Malang membuat warga protes. Sejumlah kritikan dilakukan oleh warga terkait jalan rusak tersebut. Salah satunya dengan mencorat-coret jalanan.

Kritik tersebut dilakukan warga dengan memberi tulisan "Ajor Ji!" yang berarti "Hancur Ji!" di jalanan yang rusak. Tulisan tersebut ada di Jalan Veteran dan di Jalan Kahuripan.

Menanggapi adanya kritik melalui tulisan tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji memberikan tanggapannya dengan tenang.  Dia tidak terlalu mempermasalahkan adanya kritikan warga yang dituliskan di jalanan tersebut. "Tidak masalah. Saya tidak pernah risau dengan kritikan seperti itu," jawab Sutiaji.

Menurut Sutiaji, kritikan itu sebagai pengingat untuk dirinya. “Itu kan mengingatkan saya,” ujarnya.

Tak hanya itu. Terkait aksi galang koin yang dilakukan masyarakat di depan Balai Kota Malang pada Kamis (21/3/2019) kemarin, Sutiaji mendukung adanya gerakan positif yang dilakukan warganya itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso menjelaskan bahwa dana insidental yang dimiliki lembaganya  sudah menipis. Bahkan dana yang tersisa tersebut  tidak cukup untuk memperbaiki salah satu ruas jalan yang rusak.

"Saat ini dana yang kami miliki sudah sangat tipis. Untuk perbaiki satu ruas saja tidak cukup. Tapi kami ajukan lagi di PAK. Pak Wali juga sudah menganjurkan segera diajukan," ucap Hadi.

Ia juga menuturkan bahwa dana insidental tersebut sudah banyak dikeluarkan oleh DPUPR untuk perbaikan jalan yang berlubang. Terlebih lagi ketika musim penghujan banyak genangan air yang menyebabkan kualitas aspal jalan semakin berkurang dan menyebabkan jalanan berlubang.

Selain itu, Hadi mengatakan beberapa faktor penyebab lain aspal yang berlubang tersebut. Di antaranya saluran drainase yang tersumbat kotoran dan juga beban kendaraan yang tidak sesuai dengan kelas aspal yang digunakan.

"Tidak ada kualitas aspal yang bertahan jika ada air yang tergenang di aspal. Sehingga ketika hujan dan drainasenya tidak berfungsi, maka airnya akan menggenang dan membuat aspalnya mengelupas. Dan juga beban kendaraan. Jika jalan kelas tiga, ya jangan dilewati truk kelas 1," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load