Ilustrasi penangkapan pendahuluan (Tabloid bintang)
Ilustrasi penangkapan pendahuluan (Tabloid bintang)

MALANGTIMES - M. Rifai (24), warga Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang, tampaknya menyesal setelah menjadi makelar penjualan sepeda motor Honda Beat bernopol S 6920 VF milik temannya, Fuad Yudho.

Itu karena usai menerima fee atau komisi penjualan sepeda motor dari Fuad sebesar Rp 250 ribu, justru Rifai dimasukkan sel jeruji besi Polres Malang Kota. Rifai ikut dijebloskan ke tahanan karena motor yang dijual ternyata hasil curian yang dilakukan Fuad.

Baca Juga : Napi yang Bebas Kembali Berulah, Yasonna Laoly Ambil Tindakan Tegas Ini

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, Rifai yang mempertemukan Fuad dengan pembeli motor curian. Setelah itu, terjadi transaksi yang akhirnya Fuad sepakat untuk menjual motor tersebut seharga Rp 1,5 juta. "Setelah transaksi, Fuad kemudian menuju tempat MR (M. Rifai) untuk memberikan fee penjualan motor," ungkapnya (21/3/2019).

Awal penangkapan, anggota satreskrim berhasil menangkap Fuad terlebih dahulu. Setelah diperiksa, kemudian Fuad menyebut nama Rifai. Dari situ petugas tak menunggu lama untuk menangkap Rifai.

"Dan MR kemudian menyebut nama rekannya HY (Hendra Yulias) yang membeli motor curian tersebut. MR dan HY ini saling mengenal dan merupakan teman," bebernya.

Dari situ, kemudian petugas langsung melakukan pengembangan dan menangkap Hendra di kawasan rumahnya. Saat itu petugas juga mendapati  kendaraan curoan tersebut ada pada Hendra.

"Motornya dipakai sehari-hari oleh pelaku. Namun pelatnya diganti N 6214 AAZ sama pelaku ini, biar nggak ketahuan. Pelaku ini sebenarnya tahu kalau motor yang ia beli motor curian," ungkap kasat reskrim.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Akibat perbuatannya, dua pelaku terancam pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.