Priyanto alias Supri tersangka beserta barang bukti sabu saat diamankan polisi, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Priyanto alias Supri tersangka beserta barang bukti sabu saat diamankan polisi, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seolah tak ingin cepat jumawa, lantaran berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba.

Jajaran kepolisian Unit Reskoba Polres Malang, langsung melakukan pengembangan. 

Hasilnya, satu pelaku lainnya berhasil diamankan.

Seperti yang sudah diberitakan, awal pekan ini polisi berhasil meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu, yang diketahui bernama Tafalul Khoir alias Gundul. 

Dari tangan salah seorang warga Desa Sananrejo Kecamatan Turen ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti. 

Di antaranya dua poket sabu seberat 0,49 gram dan satu buah handphone.

Di hadapan penyidik, Gundul mengaku jika selama ini pihaknya mendapat pasokan dari seorang bandar yang bernama Priyanto alias Supri. 

Mendapat kesaksian tersebut,  personel kepolisian seketika diterjunkan guna melakukan penyelidikan.

Hasilnya, petugas mendapat informasi jika Supri hendak melangsungkan transaksi di kawasan Kecamatan Turen. 

Benar saja, ketika dilakukan penyanggongan di pinggir jalan Desa Sanankerto Kecamatan Turen, pelaku nampak gelisah saat menantikan kehadiran pembelinya.

Mengetahui gelagat yang mencurigakan itulah, polisi akhirnya bergegas mengamankan pelaku.

Semula Supri sempat mengelak jika hendak bertransaksi narkoba. 

Namun ketika digeledah, petugas mendapatkan beberapa barang bukti berupa narkoba jenis sabu.

“Dari tangan tersangka kami mengamankan dua poket sabu seberat 2,12 gram, satu buah handphone, serta uang tunai yang diduga hasil penjualan sabu senilai Rp 1,2 juta,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Kamis (21/3/2019).

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini menambahkan, setelah mengamankan pelaku beserta barang bukti sabu yang dibawanya.

Petugas juga melakukan pengembangan di tempat tinggal pria yang kini berusia 31 tahun tersebut.

Ketika digeledah di rumahnya yang beralamat di Jalan Rekesan Timur Desa Sanankerto Kecamatan Turen, anggota korps berseragam coklat ini, mendapati beberapa barang bukti tambahan. 

Di antaranya dua buah pipet kaca, serta beberapa perlengkapan penjualan sabu, seperti kertas grenjeng, kardus, isolasi bening, dan beberapa buah plastik transparan. 

Selain itu polisi juga mendapatkan seperangkat alat hisab, yang disimpan dirumah pelaku.

“Selain terlibat sebagai jaringan peredaran sabu, pelaku juga tebukti sebagai pengguna narkoba,” imbuh Ainun.

Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pengembangan. Sebab ada dugaan jika masih banyak jaringan lain yang terlibat dalam peredaran sabu di wilayah hukum Polres Malang.

“Tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman 12 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.