Pelaku yang terlihat menunduk malu saat dirilis  polisi. Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Pelaku yang terlihat menunduk malu saat dirilis polisi. Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Perempuan paro baya berinisial ECK (45), warga Jalan Kembang Kertas, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini, tidak layak dijadikan seorang sahabat.

Itu karena  ECK tega menguras uang di rekening sahabatnya, RAS, warga Jalan JA Suprapto, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang,  hingga nyaris habis.

Kejadian tersebut bermula saat ECK pada  24 Januari 2019 sekitar pukul 10. 00  WIB mendatangi rumah korban di Jalan JA Suprapto dengan maksud bersilaturahmi. Dan ketika sudah berada di rumah korban, pelaku yang duduk di ruang tamu melihat sebuah kartu ATM yang terjatuh di bawah kursi. Saat korban masuk ke kamar, selanjutnya pelaku mengambil kartu ATM tersebut dan disimpan di tasnya.

Pelaku semakin senang saat mendapati sebuah tulisan di balik kartu ATM tersebut yang ternyata merupakan pin ATM korban. Sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian ECK berpamitan pulang kepada RAS.

Dalam perjalanan pulang, ECK mampir ke sebuah ATM BRI di kawasan Tawangmangu. Di situ pelaku kemudian mencoba memasukkan kartu ATM dengan mengunakan PIN yang tertera dibalik kartu.

Setelah itu, melihat dalam rekening korban terdapat uang sekitar 20 juta, pelaku selanjutnya menarik uang sebesar Rp 4.950.000.

Kemudian pada kesesokan harinya (25/1/2019), pelaku kembali menuju ATM untuk menarik sejumlah uang di rekening  RAS. Pada penarikan kedua tersebut, pelaku mengambil uang sebesar Rp 5 juta dari rekening korban.

Uang itu digunakan pelaku untuk berbelanja di sebuah toko. ECK menghabiskan uang sebesar Rp 1,5 juta.

Hari berikutnya (26/1/2019), pelaku kembali menuju ATM untuk menarik uang dari rekening korban. Pada penarikan ketiga kalinya ini, pelaku mengambil uang sebesar Rp 5 juta.

"Ngambiknya  di kawasan ATM Unisma. Setelah mengambil Rp 5 juta tadi, pada hari yang sama pelaku juga mengambil lagi uang sebesar Rp 600 ribu di kawasan Blimbing," ungkap Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna  (21/3/2019).

Pelaku ECK lalu bergegas pulang. Di tengah perjalanan, mengetahui rekening korban sudah hampir habis, pelaku kemudian membuang ATM milk RAS di sebuah selokan dekat rumahnya.

Dan selama beberapa waktu, korban RAS tidak menyadari jika ATM miliknya telah hilang dan dikuras habis. Hal itu baru saja diketahui ketika korban mencari ATM miliknya. Karena tidak ditemukan, korban lantas pergi ke bank. Alangkah kagetnya RAS mendapat informasi rekeningnya sudah hampir habis.

"Tahunya setelah selang beberapa waktu. Begitu tahu, langsung minta diblokir. Setelah itu, korban coba mengingat-ingat siapa yang ke rumahnya dan mengambil ATM- nya. Dari kejadian itu, korban lantas lapor polisi. Oleh anggota diselidiki dan ternyata benar saja. Anggota yang mendapatkan rekaman CCTV di beberapa ATM, mendapati wajah pelaku," ungkap AKP Komang Yogi.

Dari situ, petugas lantas segera melakukan penangkapan pelaku ECK  di rumahnya. Saat itu pelaku tak  melawan dan mengakui perbuatannya. "Uang sebagian ada yang dibuat bayar utang maupun beli anting-anting. Sementara kami juga mengamankan uang sisa yang diambil pelaku sebesar Rp 800 ribu serta anting emas," kata kasat reskrim.

Akibat perbuatannya, pelaku ECK diancam pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman kurungan penjara selama tujuh tahun penjara.

End of content

No more pages to load