Simulasi pemungutan dan penghitungan suara di KPU Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Simulasi pemungutan dan penghitungan suara di KPU Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang diprediksi bakal lebih ribet. Pasalnya, akan ada lima jenis surat suara yang mesti dicoblos oleh pemilih, dihitung, lantas direkapitulasi dan dilaporkan. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang pun menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara, hari ini (21/3/2019) di kantor KPU Jalan Bantaran. Aula kantor ditata menyerupai tempat pemungutan suara (TPS). Mulai dari peletakan bilik suara, kotak suara, meja untuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), tempat saksi-saksi, hingga pengawas. Sejumlah relawan pun berperan menjadi warga yang akan melakukan pencoblosan. 

Komisioner KPU Kota Malang Divisi Teknis Aminah Asminingtyas mengungkapkan bahwa simulasi tersebut dilakukan untuk mengetahui alur riil pemungutan dan penghitungan suara. Mulai dari persiapan panitia, alur kedatangan dan pencoblosan warga, hingga penghitungan dan pelaporan hasil pemungutan suara. "Ini adalah kegiatan divisi teknis untuk pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS," ujarnya. 

Aminah mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut pihak KPU melibatkan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dari lima kecamatan di Kota Malang. "Simulasi yang kali ini di tingkat PPK, mereka nanti kami minta meneruskan (hasil pengarahan di KPU) pada teman-teman di TPS dan KPPS," ujarnya.

Saat ini, lanjut Aminah, juga bersamaan dengan masa pembentukan KPPS. "Insya Allah seluruh KPPS di Kota Malang ini rampung tanggal 28 (Maret) mendatang. Setelah itu, nanti kami juga akan latih KPPS dengan simulasi pemungutan dan penghitungan di TPS," tuturnya.

Dia menyebut, pihak KPU berupaya menjelaskan secara langsung kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi sepanjang pelaksanaan pemungutan suara. "Harapannya kan lancar, tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku. Seperti diketahui, saat ini pemilu serentak, menggabungkan dua pemilu yakni pilpres dan pileg di DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupateb/kota dan DPD," sebutnya. 

Meski tidak ada perbedaan alur dan mekanisme, ada potensi kendala di lapangan. "Dan ini pelaksanaannya ada lima kotak suara yang disimulasikan dan berbagai mekanisme yang sebetulnya secara prinsip tidak terlalu berbeda dengan pemilu sebelumnya tapi ini dilaksanakan dalam satu waktu yang bersamaan," urainya. 

Dalam simulasi tersebut, KPU Kota Malang melibatkan puluhan peserta. Termasuk menghadirkan 7 KPPS ditambah 25 anggota PPK. "Kami memotret kebutuhan yang sesungguhnya. Mulai dari tiga kategori pemilih, baik yang dari DPT, DPTb dan DPK atau yang pakai KTP-el saja ini disimulasikan," sebutnya.

Petugas KPPS dan PPK juga diberi paparan soal rekapitulasi data. "Sampai hitungan dan pengisian C1 yang akan di-scan pindai di KPU Kota. Dari TPS nanti PPK ke KPU kota. Perjalanan C1 pada hari H 17 April itu dipraktikkan langsung," pungkasnya.