Si Gundul Diringkus Polisi Saat ke Lapangan pada Malam Hari, Ada Apa?

MALANGTIMES - Kabupaten Malang masih menjadi surga bagi pelaku bisnis narkoba. Bagimana tidak, meski sudah ratusan tersangka dijebloskan bui, serta seabrek barang bukti disita polisi, nyatanya tidak menyurutkan nyali para bandar, untuk memasarkan bisnis haram mereka.

Terbaru, jajaran kepolisian Unit Reskoba Polres Malang berhasil menangkap seorang pengedarnya. Pelakunya diketahui bernama Tafalul Khoir alias Gundul. Warga Desa Sananrejo Kecamatan Turen ini, diringkus polisi pada awal pekan lalu. “Dari tangan tersangka kami menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan masyarakat, jika di wilayah Kecamatan Turen masih marak terjadi praktik peredaran narkoba. Mendapat laporan beberapa personel kepolisian dikerahkan kelapangan, guna melakukan penyelidikan.

Hasilnya diketahui jika salah satu peredaran sabu, diedarkan oleh seorang pelaku yang akrab disapa Gundul. Mendapatkan keterangan tersebut, petugas akhirnya bergegas memburu keberadaan pelaku. Dari proses penyelidikan, polisi mendapat informasi jika Gundul hendak melangsungkan transaksi sabu, di salah satu lapangan yang ada di Desa Kedok Kecamatan Turen.

Petugas yang diterjunkan untuk melakukan penyanggongan, akhirnya membuahkan hasil. Saat malam hari, tepatnya sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Gundul datang ke lokasi kejadian, dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Tanpa menunggu lama, petugas akhirnya meringkus pria 30 tahun tersebut. Semula pelaku sempat mengelak jika hendak bertransaksi narkoba. Setelah digeledah, petugas menemukan dua poket sabu seberat 0,49 gram yang disimpan didalam kemasan rokok. Selain itu, satu unit handphone yang biasanya digunakan untuk melancarkan transaksi narkoba, juga turut disita petugas.

“Kasus ini masih kami kembangkan, beberapa jaringan lain yang turut terlibat sudah kami kantongi identitasnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu tersebut.

Top