Tiga Pelaku Jaringan Peredaran Narkoba Asal Jombang Diringkus Polres Malang

MALANGTIMES - Polres Malang semakin kencang menabuh genderang peperangan akan peredaran narkoba. Terbaru, jajaran kepolisian Unit Reskoba Polres Malang kembali meringkus tiga pelaku sekaligus. Ketiganya diamankan karena terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu.

Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah menuturkan, kasus ini terungkap setelah petugas mendapatkan laporan dari masyarakat jika di wilayah Kabupaten Malang masih marak peredaran narkoba.

Berangkat dari keresahan masyarakat tersebut, beberapa anggota kepolisian Satreskoba Polres Malang dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, diduga kuat sebagian peredaran narkoba yang di pasarkan di Malang, dipasok dari wilayah Jombang. “Dari pendalaman kami, transaksi peredaran narkoba asal Jombang biasanya dilakukan di kawasan Kecamatan Pakisaji,” tutur Ainun.

Dari sekian kasus yang pernah diungkap Polres Malang dan polsek jajaran, sebagian tersangka yang sudah diamankan mengaku jika mendapat pasokan dari tiga orang warga Kabupaten Jombang tersebut.

Ketiga pelaku yang dimaksud, dua di antaranya merupakan warga Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Mereka adalah M. Fikri Saifudin (22) dan Muhammad Amir Mahmud (22). Sedangkan satu orang lainnya yakni Yayan Ahyani (33) warga Dusun Kedaton, Desa Bulutejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Berawal dari sinilah, polisi kemudian memburu keberadaan ketiga pelaku. Hingga akhirnya pada akhir pekan lalu, ketiganya diketahui bakal melangsungkan transaksi narkoba di wilayah Kabupaten Malang. “Ketiga tersangka kami amankan saat berada di sebuah rumah yang berlokasi di Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji,” sambung Ainun, Rabu (20/3/2019).

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini menambahkan, dari tangan ketiga pelaku petugas menyita beberapa barang bukti narkoba. Di antaranya dua poket sabu seberat 2,03 gram dan 7 ribu butir pil doubel L. Selain itu, petugas menyita tiga buah handphone dan satu unit mobil pikap Daihatsu Grandmax nopol S-9461-WF yang selama ini digunakan ketiga pelaku untuk memudahkan bertransaksi narkoba. “Ketiga tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tegas Ainun.

Terpisah, KBO Satres Narkoba Polres Malang Iptu Suryadi menegaskan, jika saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait kasus yang baru saja diungkap tersebut. Termasuk memburu keberadaan bandar, yang selama ini memasok narkoba kepada ketiga pelaku.

Berdasarkan proses penyidikan sementara, barang bukti sabu diketahui diperoleh dari tersangka atas nama M. Fikri Saifudin. Sedangkan ribuan butir pil koplo didapat petugas dari tangan tersangka atas nama Muhammad Amir Mahmud.

“Kasus ini masih dalam prosek penyidikan, kami masih mengali keterangan terhadap ketiga tersangka. Terkait peran masing-masing pelaku, juga masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Suryadi kepada MalangTIMES.

Top