Dinding sungai kecil di Jalan Patimura yang ambruk akibat tanah dasar yang tergerus air.(Luqmsnul Hakim/Malang Times)
Dinding sungai kecil di Jalan Patimura yang ambruk akibat tanah dasar yang tergerus air.(Luqmsnul Hakim/Malang Times)

MALANGTIMES - Sebuah pelengsengan sungai di tepian Jalan Patimura ambruk pada Selasa (19/3/2019) malam. Kejadian tersebut akibat tergerusnya fondasi dasar pelengsengan oleh aliran sungai yang cukup deras akibat hujan yang mengguyur Kota Batu sejak Selasa (19/3/2019) siang hingga malam.

Pelengsengan tersebut selain untuk pembatas rumah dengan sungai agar tidak longsor,  juga sebagai akses warga menuju jalan raya serta jalan pintas warga untuk berjalan kaki menuju Pasar Besar Kota Batu. Ambruknya pelengsengan yang berlokasi di Jalan Patimura, Desa Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB malam.

"Jam 8 malam masih ada yang ngopi. Terus warung saya tutup jam 10 malam. Pas saya mau tidur, tiba-tiba sekitar jam 11 ada suara breeek" ujar Janu Widodo, warga sekitar, kepada Malang Times.

Kemudian, Janu -yang rumah dan warung kopinya tepat berada dekat dengan pelengsengan tersebut- bersama isttinya langsung melihat lokasi dari suara tersebut. Namun karena suasana masih gelap dan takut terjatuh ke jurang, akhirnya ia memutuskan untuk melihatnya kembali ke esokan harinya.

"Dengar suara itu, saya langsung melihat keluar, takut jatuh. Jadi, saya balik ke rumah lagi. Sekitar jam 4 pagi dan kondisi sudah terang, saya beranikan untuk lihat keluar ternyata plengsengannya ambruk" ungkap Janu.

Ia menuturkan ambruknya pelengsengan tersebut dikarenakan sudut pelengsengan yang dibangun tidak miring, melainkan tegak lurus ke atas. Sehingga ketika fondasi dasar tergerus aliran sungai, seketika itu pelengsengan langsung ambruk.

"Sebelumnya sudah pernah ambruk, sekitar 2 tahun lalu, terus dibangun lagi. Tapi posisinya tidak miring, melainkan lurus ke atas dan fondasinya tidak terlalu kuat" lanjutnya.

Meskipun banyak warga yang melewati jalur tersebut, tidak ada korban jiwa dalam ambruknya pelengsengan tersebut. Pasalnya, Janu sudah menutup jalan tersebut dengan tangga yang terbuat dari bambu ketika ia mulai resah dengan kondisi pelengsengan yang terus amblas. Sehingga tidak ada warga yang lewat di jalur tersebut dan tidak ada korban jiwa.

"Saya sudah antisipasi dengan menutup jalan pakai tangga bambu setelah lihat kondisi pelengsengan terus ambles" jelasnya.

Sementara itu, Suhartono -koordinator Tim Respon Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kota Batu- menjelaskan bahwa pihaknya baru mendapat laporan pada pagi hari. Ia menuturkan ambruknya dinding sungai dengan tinggi sekitar 5 meter dan lebar sekitar 5 meter serta memiliki ketebalan sekitar 4 meter tersebut akibat dari fondasi bawah pelengsengan tersebut tergerus air.

"Ambrol ini pas hujan deras kemarin, tengah malam tapi laporannya ke kami baru tadi pagi. Mungkin karena tergerus air fondasi yang bawah" ujar Suhartono.

Menurut Suhartono, pihaknya telah melakukan upaya penanganan cepat dengan pemasangan garis pengaman oleh tim BPBD. Dari kejadian tersebit, sekitar 13 KK yang mobilitasnya menjadi terganggu akibat dari ambruknya pelengsengan tersebut. Sehingga warga yang akan keluar atau masuk ke area tersebut harus melewati area pasar Batu terlebih dahulu atau lewat tepian pelengsengan.

Upaya penanganan cepat dan pemasangan garis pengaman telah dilakukan baik dari tim BPBD, garda relawan dan warga sekitar. Dari kejadian tersebut, setidaknya ada 13 KK yang terganggu mobilitasnya karena material longsor menutup jalan penghubung keluar masuk permukiman warga. Sehingga warga yang akan memasuki area ini harus memutar melewati area pasar Batu terlebih dulu.

"Aktivitas warga terhambat tentunya. Akses jalan yang biasa dilewati. Mereka yang menggunakan sepeda motor harus berputar lewat pasar dulu," ungkapnya.

Selain itu, ia menuturkan kejadian serupa juga terjadi di Kelurahan Ngaglik. Ia menuturkan bahwa kejadian longsor yang di dua lokasi tersebut kemungkinan terjadi di waktu yang sama namun ia mendapati laporan tersebut di pagi harinya. "Pagi ini kita dapat laporan ada dua titik lokasi longsor, di Temas dan di Ngaglik," jelasnya.

Untuk penanganan lebih lanjut, dia menuturkan sedang ia koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batu. Sebab, medan serta material reruntuhan yang banyak membutuhkan penggunaan alat berat serta tambahan tenaga untuk perbaikan pelengsengan tersebut.

"Materialnya cukup banyak. Kami juga butuh alat berat dan medannya sulit. Jadi, kami masih koordinasikan dengan Dinas PU," pungkasnya.