Terus digenjot proses peningkatan jalan provinsi di Pakisaji yang kini telah bergeser ke wilayah sekitar pasar (Nana)
Terus digenjot proses peningkatan jalan provinsi di Pakisaji yang kini telah bergeser ke wilayah sekitar pasar (Nana)

MALANGTIMES - Bagi pengendara yang melewati jalur Pakisaji-Kota Malang atau sebaliknya, tentu mengetahui proses peningkatan kualitas jalan di beberapa titik di wilayah tersebut. 

Proses yang sekitar bulan Februari lalu sampai kini terus dikebut penyelesaiannya.

Peningkatan jalan poros utama penghubung Kota dan Kabupaten Malang ini, memang sudah waktunya dilakukan. 

Dengan jalur padat serta jalanan yang sangat buruk, waktu itu, membuat pengendara kerap melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang. 

Walaupun, sebenarnya secara kewenangan bukan berada di tangan Pemkab Malang, khususnya di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM).

Berkali-kali dapat getahnya, membuat DPUBM Kabupaten Malang juga mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). 

Sehingga di era Gubernur Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Dardak sebagai Wakil Gubernur, jalan penghubung ditingkatkan kualitasnya. 

Walaupun dalam kondisi musim hujan yang setiap hari mengguyur Kabupaten Malang.

"Banyaknya laporan masyarakat terkait rusaknya jalan itu yang membuat kita terus menerus melaporkannya agar segera diperbaiki. Alhamdulillah sekarang sudah terealisasi dengan target penyelesaian bulan April datang," kata Romdhoni Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Selasa (19/03/2019) kepada MalangTIMES.

Romdhoni melanjutkan, pada jalan provinsi dan nasional yang membelah wilayah Kabupaten Malang, pihaknya memang sebatas melakukan koordinasi, pelaporan sampai terus mendorong agar berbagai harapan masyarakat atas jalan yang mulus bisa diwujudkan. 

Seperti yang kini sedang digenjot penyelesaiannya di jalan provinsi Pakisaji. 

"Ini ranah kita di jalan-jalan berstatus provinsi dan nasional. Kepentingan kita selain jalanan mulus juga konektivitasnya. Sehingga antara jalan mulus provinsi atau nasional terhubung bagus dengan jalan kabupaten," ujarnya.

Hal tersebut menjadi penting disaat berbagai proyek jalan nasional, misalnya jalan tol Malang-Pandaan (Mapan) hadir. 

Pun dengan berbagai pembangunan berskala nasional seperti kawasan ekonomi khusus (KEK) Singosari. 

"Karena secara langsung akan mempengaruhi pola jalur jalan dan fungsinya. Kalau ini tidak kita dorong, fungsi jalan tidak akan optimal," imbuh Romdhoni.

Terkait pembangunan jalan provinsi Pakisaji, dari pantauan MalangTIMES, jalur di sekitaran Desa Genengan sampai Karangsono, Kebonagung, yang sempat membuat arus lalu lintas macet, telah berfungsi kembali. 

Jalanan yang biasanya kerap menjadi kubangan air bila hujan turun dan banyak berlubang, telah selesai ditingkatkan. 

Sedangkan dengan target penyelesaian April datang, pihak pelaksana pembangunan saat ini telah bergeser untuk meningkatkan beberapa ruas jalan lain. 

Yakni tepat di depan pasar Pakisaji. Sedangkan material lainnya sudah disebar dibeberapa titik jalan sampai jalan pepen, Kepanjen.

"Semoga bisa sesuai target sehingga masyarakat bisa merasakan dampaknya. Kita bisa fokus pada pemeliharaan jalan.yang memang wewenang kita," pungkas Romdhoni.