Proses bongkar makam Kiai Anwar Sudibyo.(Ist)

Proses bongkar makam Kiai Anwar Sudibyo.(Ist)


Editor


MALANGTIMES - Peristiwa menggemparkan terjadi saat pembongkaran satu jenazah warga di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Jenazah tersebut masih utuh dan tak mengeluarkan bau busuk. 

Hal ini membuat geger warga mengingat jenazah yang diketahui merupakan kiai itu telah dikubur selama lebih dari tiga dekade.

Proses bongkar makam tersebut menjadi viral usai diunggah di media sosial Facebook oleh salah satu santri. Dalam postingan tersebut dijelaskan jasad masih utuh meski sudah terkubur selama 31 tahun.

Postingan yang diunggah akun "Aviv Ngalamania" Sabtu (16/3/2019) ini disukai 3.400 netizen, dan telah dibagikan sebanyak 90 kali. "Subhanalloh nopo leres? Entuk ko sebelah (apa benar? Dapat postingan dari grup medsos sebelah)," tulis akun Aviv dalam unggahannya.

Setelah ditelusuri akun sebelah yang dimaksud adalah akun "Santri Ndalem". Dalam akun "Santri Ndalem" ditulis kesaksian terkait pemindahan jasad Kiai Anwar Sudibyo, seorang tokoh agama sekaligus pemimpin pondok pesantren di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Saat dikonfirmasi, kabar ini dibenarkan putra kelima Kiai Anwar Sudibyo, Moch. Munib (60). Ia mengaku menyaksikan sendiri proses pemindahan makam ayahnya dari makam desa ke makam keluarga di depan Masjid Baitul Rauf. Masjid itu merupakan bagian Ponpes Tambakan yang didirikan Kiai Anwar Sudibyo.

"Benar itu makam bapak saya. Proses pemindahannya sudah sejak Kamis (14/3/2019) lalu. Saya melihat sendiri memang jasadnya masih utuh," ungkap Munib saat ditemui di kediamanya, Selasa (19/3/2019).

Menurut Munib, makam Kiai Anwar Sudibyo dipindah karena permintaan  para santri. Selama ini makam Kiai Anwar Sudibyo berada di  pemakamam umum desa setempat. Saat hendak ziarah ke makam, para santri mengaku kesulitan karena jumlah santri cukup banyak. 

Untuk itu, pihak keluarga meminta izin kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemerintah desa setempat untuk memindahkan makam sang kiai. Permintaan ini disetujui semua pihak. Hingga akhirnya makam Kiai Anwar dipindah.

"Atas permintaan santri ini akhirnya kami meminta izin kepada pihak desa serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan sesepuh desa. Alhamdulillah semua pihak mengizinkan dan kami langsung memindahkan," jelas Munib.

Kiai Anwar Sudibyo dahulu adalah rais syuriah PCNU Cabang Blitar pada 1982-1987. Kiai Anwar juga dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Tambakan di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Kiai Anwar meninggal pada 1988, saat menjadi imam jemaah salat subuh di Masjid Baitul Rauf. 

Kiai Anwar selama hidupnya juga dikenal sebagai sosok yang tak pernah lepas dari zikir. Karena selain menjadi rais syuriah PCNU Cabang Blitar, Kiai Anwar juga merupakan guru tariqoh di bawah naungan NU. "Setiap hari memang abah itu tak lepas dari zikir," imbuh Munib.

Menurut Munib, pihak keluarga sebelumnya tidak menyangka jasad Kiai Anwar masih utuh meski sudah puluhan tahun dikebumikan. Dengan peristiwa ini. pihak keluarga mengaku kaget sekaligus terharu.  Dan berharap peristiwa ini bisa menjadi pengingat bagi umat muslim untuk selalu bertakwa kepada sang pencipta.

"Kami terus terang terharu. Dengan peristiwa ini kami berharap ke depan dapat menjadi cerminan agar umat muslim selalu meningkatkan ketakwaan kepada gusti Allah," pungkas Munib.

End of content

No more pages to load