Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

MALANGTIMES - Kepatuhan wajib pajak di Kota Batu tahun 2018 tidak memenuhi target yang ditetapkan. Penerimaan yang diperoleh KPP Pratama Kota Batu mencapai Rp 134 miliar dengan persentase 82 persen dari target. 

Target pada tahun 2018 mencapai Rp 163 miliar. Nah, tahun ini lebih tinggi lagi targetnya. Sebab, target pajak KPP Prtama tahun 2019 ditetapkan sejumlah Rp 208 miliar. 

Penerimaan pencapaian pajak itu didapatkan dari beberapa sektor. Yakni sektor perdagangan dan pemerintahan.

Karena target pencapaian pajak tahun 2019 mencapai sejumlah Rp 208 miliar, Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jatim III bersama Pemkot Batu melakukan MoU (memorandum of understanding) tentang optimalisasi penerimaan pajak pusat dan pajak daerah. 

“Sinergitas ini kami lakukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pajak dan pemkot batu. Kami merencanakan hal-hal agar sektor pajak ini meningkat,” ujar Rudi Gunawan Bastari, kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III.

Ia menjelaskan memang pada tahun 2018 lalu target belum terpenuhi. Karena itu, dengan MoU atau kerja sama ini, potensi pajak yang belum optimal akan dioptimalkan.

Kerja sama yang dilakukan itu dengan melakukan pelatihan. Lalu memaksimalkan beberapa hal yang  selama ini dirasa belum optimal.

“Target besarnya dengan adanya kerja sama dengan pemkot ini adalah pajak daerah bisa optimal lagi. Seperti tahun 2017 lalu malah bisa melebihi target,” imbuhnya, Selasa (19/3/2019). 

Sedangkan penerimaan yang diperoleh KPP Pratama Kota Batu pada tahun 2017 mencapai 104,1 persen atau sebesar Rp 116,8 miliar. Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 112,1 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mendukung adanya kerja sama dengan Kanwil Dirjen Pajak Jatim III ini. Menurut dia, agar optimal, memang perlu adanya sosialisasi kepada pengusaha atau pedagang kecil.

“Seperti pedagang bakso, omet mereka itu per bulannya bisa berjuta-juta. Dan di situ belum tersentuh. Nah di sini perlu adanya sosialisasi. Di sini memang perlu digugah,” ungkap Dewanti.