Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan Pasar Comboran Kota Malang masih juga belum rampung hingga awal 2019 ini. Padahal, proyek tersebut sudah dimulai pada 2017 silam. 

Selama tiga tahun terakhir, para pedagang yang rata-rata berjualan onderdil besi itu masih menempati pasar sementara di tepi Jalan Halmahera dan Jalan Prof Moch. Yamin. 

Hingga saat ini, bangunan Pasar Comboran selesai untuk bagian depan saja. Bangunan bagian belakang masih perlu dibangun kios untuk para pedagang besi tua. 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang Wahyu Setianto mengungkapkan, pembangunan lanjutan saat ini masih menunggu pencairan dana alokasi khusus (DAK).  Wahyu menyebut, pembangunan pasar tersebut memang dilakukan dua gelombang. Yakni bagian depan dan bagian belakang untuk petak dan kios pedagang.

"Nantinya, bagian belakang akan digunakan orang untuk berjualan onderdil dan besi tua," terangnya.  Sebelumnya, pada Oktober 2016 lalu pasar tersebut mengalami kebakaran yang menyebabkan kerusakan sebagian bangunan.

Sejauh ini, untuk pembangunan tersebut pihaknya sudah mengusulkan ke dalam DAK 2019 dan juga berdiskusi dengan para pedagang. "Kami sudah ajukan ke DAK 2019. Jika nanti sudah cair, nanti akan kami bangun dan pedagang langsung kami suruh masuk ke dalam," ujar Wahyu.

Rencananya, di belakang Pasar Comboran itu akan dihuni sekitar 200 pedagang onderdil dan besi-besi tua. "Saat ini tidak ada masalah. Para pedagang manut. Mereka kompak dan telah bersepakat mau pindah jika pembangunan pasar ini selesai," ujar dia.

Sementara itu, salah satu pedagang onderdil, Totok Harianto mengaku sangat menunggu pemindahan lapak. Selama ini, ia merasa was-was ketika harus berjualan di pinggir jalan. "Sebab, berbahaya juga untuk keselamatan. Apalagi, kawasan ini juga cukup padat kendaraan," keluhnya. 

Terlebih, para pedagang juga merasa bahwa selama ini pendapatannya pun cenderung menurun. "Agak sepi kalau di luar. Apalagi kalau harus melayani pembeli yang mau memasangkan onderdil mobil, jadi harus mencari lahan kosong terlebih dahulu karena jalannya di sini sempit," jelas dia.

Dia berharap, pembangunan Pasar Comboran baru tersebut segera rampung. Sehingga, ia bisa menempati lapak yang sudah disediakan. "Kalau kami pedagang ya nurut aja. Tapi yang penting pembangunnya harus segera diselesaikan agar kami bisa segera masuk ke dalam. Tak hanya saya saja, pasti semua pedagang di lapak sementara ini juga ingin segera berjualan di dalam," pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Comboran dibangun dengan memakai dana APBD Kota Malang 2017 senilai Rp 9 miliar. Pembangunan tersebut dibagi dalam dua tahap, yakni pembangunan gedung pasar yang berada di depan dan pembangunan tempat untuk pedagang kaki lima (PKL). Hingga kini, penyelesaian pengerjaannya tersebut menunggu dana DAK 2019 cair.