Hj Jajuk Rendra Kresna (dua dari kanan) saat memberikan semangat dan kesiapan mengawal terwujudnya kampung batik di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji. (Nana)
Hj Jajuk Rendra Kresna (dua dari kanan) saat memberikan semangat dan kesiapan mengawal terwujudnya kampung batik di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji. (Nana)

MALANGTIMES - Kiprah Hj Jajuk Rendra Kresna dalam membangun Kabupaten Malang tidak pernah surut. Hal ini kembali diperlihatkan di tengah-tengah masyarakat Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji. 

 Jajuk hadir dalam upaya menyuntikkan motivasi dan energi baik bagi warga Pakisaji yang berharap banyak bisa mewujudkan wilayahnya sebagai kampung batik.

Seperti diketahui, Desa Pakisaji telah mulai menggeliat dalam perbatikan sejak tahun 2017 lalu. Dengan berbagai potensi perajin batik yang ada serta ditopang dengan sejarah kampung topeng Malangan yang begitu kuat sampai saat ini, telah timbul asa besar bagi seluruh elemen masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Malang bahwa Desa Pakisaji bisa menjadi salah satu desa atau kampung batik di Kabupaten Malang.

Harapan inilah yang kini kembali dinyalakan oleh Jajuk dalam acara Gema Desa, Selasa (19/03/2019) di aula balai desa Pakisaji. Menurut calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) dari Partai Nasdem ini, harapan besar tersebut patut dikawal dan diwujudkan.

"Kami tentunya akan kawal kampung batik ini. Tapi, sebelumnya kita semua membutuhkan planning dan konsep. Baru bicara mengenai bagaimana agar kampung batik benar-benar terwujud," kata Jajuk Rendra Kresna.

Saat hal itu telah terpenuhi, peran masyarakat pun menjadi elemen penting dalam mewujudkan kampung batik sesungguhnya. Bukan hanya sekadar fisik, tapi benar-benar sesuai konsep yang ada. Yakni membangun kampung batik menjadi destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan karya luhur nenek moyang dalam perbatikan.

Kekompakan seluruh elemen masyarakat yang diharapkan Jajuk terkait hal tersebut. "Kalau hanya sekadar ada gapura kampung batik saja, tiga hari bisa jadi dan selesai. Tapi bukan itu yang kita harapkan bersama. Tapi, kampung batik yang benar-benar bisa menjadi ikonnya desa dan Kabupaten Malang," ujarnya yang didampingi jajaran teras Pemerintah Kabupaten Malang.

Keterlibatan dan komunikasi seluruh elemen yang ada di tingkat desa sampai kecamatan serta kekompakkan masyarakat menjadi kunci terwujudnya kampung batik di Pakisaji. Selain itu, kata Jajuk, masyarakat jangan hanya menunggu adanya bantuan dari pemerintah walaupun kini pemerintah terus menggelontorkan dana ke desa setiap tahun, baik melalui ADD, DD serta sumber anggaran lainnya. 

"Tapi itu semua tidak akan bisa bila tidak ada kekompakan dan komunikasi yang baik seluruh elemen yang ada di sini," ucapnya yang memberikan satu contoh yang telah berjalan baik karena adanya kekompakan dalam membangun desa di Pujon Kidul. 

"Kami akan kawal itu bisa terwujud. Tinggal bagaimana masyarakat bisa berkomitmen dengan hal itu. Tentunya saya juga terus berdoa agar Kampung batik bisa secepatnya terwujud di sini," ujar Jajuk yang juga menegaskan dalam proses ke arah itu, kearifan lokal juga tidak ditinggalkan.

Wakil Bupati Malang sekalgus Plt Bupati Malang Sanusi juga menyampaikan,  terkait anggaran mewujudkan kampung batik, jangan terpaku dengan dana yang kini diterima desa lewat pemerintah saja.  "Jadi, jangan menunggu bantuan untuk itu. Tapi buktikan dulu dengan memanfaatkan dana desa yang ada sampai berjalan kegiatan. Biar pemerintah melihatnya dulu. Anggaran pasti datang sendiri," ucapnya yang mencontohkan Desa Pujon Kidul yang telah berhasil menjalankan desa wisatanya dan akhirnya diapresiasi oleh Kementerian Desa dengan bantuan uang sebesar Rp 1,5 miliar.