Proses pelukisan tungku aroma terapi di kampung wisata keramik Dinoyo
Proses pelukisan tungku aroma terapi di kampung wisata keramik Dinoyo

MALANGTIMES - Kota Malang memiliki banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Salah satunya tempat wisata yang saat ini sedang marak adalah wisata kampung. Diantaranya, Kampung Heritage Kajoetangan, Kampung Warna Warni, Kampung Biru, Kampung Keramik Dinoyo serta kampung tematik lainnya yang ada di Kota Malang. 

Dari sekian banyak kampung wisata tersebut, Kampung Keramik Dinoyo bisa dibilang yang paling lama didirikan sebelum kampung tematik lainnya. Sebagai sentra kerajinan keramik di Kota Malang, Kampung Keramik Dinoyo memiliki terus berkembang seiring dengan perkembangan Kota Malang yang terus meningkat. Hal tersebut dikatakan Syamsul Arifin Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) di kampung keramik, bahwa dalam pengolahan kerajinan keramik tersebut terdapat dua sisi yang saling menguatkan satu sama lain. 

“Dalam mengolah usaha keramik ini, ternyata ada dua sisi yang saling menguatkan, satu sisi sebagai pengembangan sentra industri kerajinan keramik,dan disisi yang lain ternyata untuk pengolahan keramik memiliki daya tarik wisata. Berangkat dari situ, pengrajin keramik disini berusaha agar sentra ini menjadi kampung wisata” ujar Syamsul kepada Malang Times.

Kemudian, ia menuturkan bahwa di kampung tersebut terdapat sekitar 30 rumah pengrajin keramik yang aktif memproduksi setiap hari dengan rata – rata memiliki pegawai antara 2 hingga 5 orang di setiap rumahnya. Ia juga menuturkan bahwa kampung tersebut juga turut membantu perekonomian warga Kota Malang dengan cara mempekerjakan warga asli Malang khususnya warga sekitar kampung keramik Dinoyo tersebut.

“Kampung ini juga cukup membantu di perekonomian warga Kota Malang. Sebab, kebutuhan pesanan yang cukup banyak sehingga juga butuh karyawan, dan kita mempekerjakan karyawan dari warga asli Malang, khususnya warga lingkungan sini” jelas syamsul.

Untuk pemasaran kerajinan keramiknya sendiri, ia menuturkan bahwa pemesan sebagian besar dari kota besar yang ada di pulau Jawa dan Bali serta mengirim pesanan ke Kalimantan. Di sentra kerajinan keramik dinoyo ini, membuat kerajinan keramik dengan berbagai macam model. Diantaranya, vas bunga, hiasan ruangan, gelas, tungku aroma terapi, dan lain sebagainya. Ia juga menuturkan, jumlah pemesanan kerajinan tangan keramik ini setiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 20 persen dengan prosentase pemesanan terbanyak ketika menjelang hari – hari besar.

Untuk omset yang dari kampung keramik ini ia tuturkan rata – rata sekitar Rp 180 juta setiap bulannnya. Untuk harganya sendiri kerajinan keramik ini dibandrol mulai dari harga Rp 10 ribu hingga jutaan tergantung ukuran dan motif yang terdapat dari kerajinan keramik tersebut. 

Sementara itu, setiap bulannya para  pengrajin disini mampu memproduksi hingga 2000 biji kerajinan keramik dengan model dan motif yang berbeda. Namun, para wisatawan yang datang kebanyakan membawa pulang kerajinan keramik berupa souvenir yang mudah dibawa dan berukuran tidak terlalu besar. 

“Kebanyakan wisatawan membeli kerajinan keramik yang mudah dibawa dan berukuran besar seperti souvenir” jelasnya.

Tak hanya sebagai tempat mencari souvenir dari bahan keramik saja, di kampung keramik Dinoyo tersebut, para pengunjung atau wisatawan juga bisa membuat keramik dengan tangan sendiri yang bisa dilakukan dengan pendampingan dari para pengrajin keramik di wilayah tersebut. Ia menuturkan tak sedikit rombongan wisatawan yang datang untuk beredukasi tentang proses  pembuatan keramik.

“Para wisatawan atau rombongan pelajar yang berkunjung kesini, juga bisa mencoba untuk membuat kerajinan keramik sendiri, tentunya dengan pendampingan dari yang sudah ahli” pungkasnya.