Silaturahmi Daerah (Silatda) II dalam peringatan Harlah NU ke 93 oleh PCNU Kabupaten Malang di Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Silaturahmi Daerah (Silatda) II dalam peringatan Harlah NU ke 93 oleh PCNU Kabupaten Malang di Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Silaturahmi Daerah (Silatda) II dalam peringatan Harlah NU ke 93 kembali digelar. 

Kali ini, PCNU Kabupaten Malang menggelar kegiatan tersebut di auditorium Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang, Minggu (17/3/2019).

Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman menyampaikan, kegiatan rutin yang digelar tersebut bertujuan mempererat ukhuwah dari jamaah NU. 

Sekitar kurang lebih 2.500 kader dikumpulkan sejak pagi hingga pukul 16.00 WIB.

"Salah satunya juga untuk mempersiapkan jamaah NU untuk siap beradaptasi dengan perkembangan zaman," katanya pada MalangTIMES.

Umar menjelaskan, di era modern seperti sekarang kebanyakan orang belajar tak hanya berbasis pada pesantren. Melainkan juga sudah memanfaatkan media sosial dan perkembangan teknologi.

Sehingga, lanjutnya, para kader juga perlu diimbau untuk tak gagap teknologi (gaptek) dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. 

Salah satunya menyebarkan syiar keagamaan melalui teknologi yang sudah ada. 

Namun yang perlu digarisbawahi adalah tidak menjadikannya sebagai rujukan utama.

"Pengetahuan sekarang sangat mudah didapat, tapi harus perlu ada antisipasi agar tak ada salah kaprah. Maka perlu itu yang namanya mempersiapkan diri agar tak termakan dengan apa yang ada dalam perkembangan teknologi," jelas Umar.

Lebih jauh dia menyampaikan, perkembangan teknologi tak jarang membuat sebuah pemahaman menjadi berbeda. Sehingga dia mengimbau agar kader dan jamaah NU tetap mengedepankan prinsip penyebab dari perbedaan itu sendiri.

"Dilihat, pasti ada penyebabnya kenapa berbeda. Jadi agar tidak sampai terjadi kesalahpahaman. Berbeda itu kan hal yang biasa," pungkasnya.

Sementara itu, sederet penghargaan juga diberikan kepada kader NU yang hadir dalam kegiatan tersebut. Tropi dan Piagam diberikan kepada para kader dalam berbagai kategori. 

Salah satunya adalah kepada kader NU paling muda, yaitu berusia 10 tahun. 

 

End of content

No more pages to load