Mohammad Hasanudin tersangka beserta barang bukti hasil curian saat diamankan polisi, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)

Mohammad Hasanudin tersangka beserta barang bukti hasil curian saat diamankan polisi, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Kewaspadaan terhadap tindak pidanapencurian harus terus ditingkatkan. Sebab, pelaku tidak pandang waktu saat melancarkan aksinya. Kejadian itu seperti halnya yang dialami oleh korban Sunarti warga Jalan A Yani Kelurahan/Kecamatan Turen.

Diperoleh keterangan, wanita 53 tahun ini menjadi korban pencurian pada Sabtu (16/3/2019) pagi. Tepatnya sekitar pukul 07.45 waktu setempat. Saat kejadian diketahui korban sedang berada di kamar mandi. Sedangkan anaknya sedang berada di dapur.

Pada saat bersamaan, Mohammad Hasanudin warga Dusun/Desa Wonoayu Kecamatan Wajak, melintasi sekitar lokasi kejadian untuk mencari sasaran. Mengetahui pintu rumah yang terbuka serta situasi yang sepi, pelaku berinisiatif untuk melancarkan aksi pencuriannya.

Angota keluarga yang sedang sibuk beraktivitas di pagi hari itu membuat pria 33 tahun tersebt  leluasa untuk mengambil beberapa barang berharga yang berada di dalam kamar korban. Usai mendapatkan barang curian, pelaku seketika kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Belum sempat jauh meninggalkan rumah korbannya, saudara korban, Kurnia Hidayat (40) yang tinggal bersebelahan dengan Sunarti mengetahui  pelaku nampak buru-buru sambil membawa tas milik saudaranya tersebut.

Mengetahui hal ini, saksi seketika berteriak maling sambil menunjuk ke arah pelaku. Sadar aksinya ketahuan, Hasanudin kabur dan berupaya lari dari kejaran massa. Beruntung, warga yang saat itu mendengar teriakan saksi, berhasil mengamankan tersangka.

Polisi yang mengetahui adanya aksi pencurian, langsung bergegas ke lokasi kejadian dan  mengamankan pelaku sebelum dihakimi massa. “Selain mengamankan tersangka, satu buah tas dan satu unit handphone milik korban juga kami amankan sebagai barang bukti,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen Iptu Soleh Mas’udi, Sabtu (16/3/2019).

Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan pengembangan. Termasuk menggali keterangan dari beberapa saksi, dan mendalami olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). “Tersangka bukan kali pertama melancarkan aksi pencurian, kasus ini masih dalam proses penyidikan,” tegas Soleh kepada MalangTIMES.

Dugaan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab ketika diamankan, polisi juga menemukan tiga buah handphone yang disimpan di dalam tas pelaku. Semula pria yang kini berusia lebih dari kepala tiga itu, mengaku jika handphone yang ada dalam tasnya merupakan barang temuan. Namun setelah diselidiki, ternyata tiga handphone tersebut merupakan hasil curian yang terjadi di wilayah Kecamatan Kepanjen.

Polisi yang saat itu melakukan pelacakan akhinya berhasil menemukan nomor telphone si pemilik handphone. Ketika ditanya, pihaknya mengaku jika baru saja menjadi korban pencurian. Ketika kejadian, korban sedang beraktivitas di dapur. Diduga saat kondisi sepi, pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil tiga buah handphone milik korban yang diletakkan di ruang tamu. “Tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” ujar mantan Kanit Reskrim Polsek Dampit ini. 

Kepada penyidik, Hasanudin mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian. Menurutnya pihaknya nekat mencuri karena kepepet kebutuhan ekonomi. “Saya terpaksa mencuri karena butuh uang untuk membayar hutang,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load