Wali Kota Batu saat mengukuhkan kepala sekolah dan pengawas di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani. (Foto: Humas Pemkot Batu)

Wali Kota Batu saat mengukuhkan kepala sekolah dan pengawas di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani. (Foto: Humas Pemkot Batu)



MALANGTIMES - Kepala sekolah di sembilan sekolah di Kota Batu terpaksa dijabat sementara oleh pelaksana tugas (plt) atau tidak definitif. Hal ini terjadi karena masih kurangnya guru yang memiliki LPPKS (Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Kepala Sekolah).

Ke sembilan sekolah itu yakni untuk jenjang sekolah dasar di SDN Temas 01, SDN Sisir 05, SDN Ngaglik 03, SDN Mojorejo 01, dan SDN Tlekung 01. Sedangkan untuk jenjang sekolah menengah pertama yakni SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3.

Meskipun kekosongan itu sudah diambil alih oleh Plt, tetapi hal itu tidak semuanya dapat menggantikan peran seorang kepala sekolah. Ya ada batasan-batasan tugas dari seorang pelaksana tugas. 

“Dampaknya terhambatnya proses pembelajaran dan administrasi. Seperti pencairan anggaran untuk bantuan sekolah, penyelenggaraan ujian, administrasi peserta ujian, dan sebagainya,” kata  Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batu, Samun.

Ia menambahkan ada beberapa hal yang perlu adanya legalitas dari kepala sekolah. Masa jabatan Plt Kepala Sekolah ini setidaknya selama satu tahun.

“Setelah masa jabatan satu tahun itu berakhir, maka haru mencari pengganti atau diperpanjang,” imbuhnya. 

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, “Agar bisa diangkat sebagai kepala sekolah untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang masih Plt. Tentunya supaya ke depan administrasi dan sebagainya tidak terganggu,” ujar Dewanti. 

Menurutnya penempatan kepala sekolah definitif ini harus segera dipercepat. Karena ia tidak menginginkan adanya hambatan dalam proses belajar mengajar. 

Sedang untuk memiliki sertifikat LPPKS terdapat beberapa persyaratan. Yakni masa kerja minimal lima tahun dan ijazah harus linier. Untuk mengikuti sertifikat khusus kepala sekolah ini selama lima bulan.

End of content

No more pages to load