Suasana pelayanan di Dispendukcapil Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Suasana pelayanan di Dispendukcapil Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang mencatat adanya peningkatan permintaan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP menjelang Pemilu 2019, April mendatang. Terdata pada periode Januari-Februari 2019 ada penambahan jumlah perekaman hingga 1.974 jiwa. 

Kasi Informasi Administrasi Kependudukan (Aminduk) Dispendukcapil Kota Malang Sudarmanto mengungkapkan, sebelumnya rata-rata perekaman yang dilakukan setiap hari di angka 50 jiwa. Namun dua bulan terakhir, intensitasnya meningkat hingga 75 jiwa per hari. "Yang jelas, awal 2019 dengan mendekati adanya Pemilu dan Pileg ini otomatis ada peningkatan dari masyarakat untuk mempunyai KTP elektronik," sebutnya. 

Berdasarkan data Dispendukcapil Kota Malang, pada Januari 2019 jumlah penduduk mencapai 916.849 jiwa dengan 690.611 jiwa wajib memiliki e-KTP. Dari angka itu, yang melakukan perekaman mencapai 650.372 warga dan 40.239 belum mengurus e-KTP. 

Angka tersebut meningkat pada Februari 2019, jumlah penduduk Kota Malang naik menjadi 917.808 jiwa. Dari 691.555 warga yang sudah berusia di atas 17 tahun, baru 652.346 orang yang melakukan perekaman e-KTP. Artinya, masih ada sebanyak 39.209 jiwa yang belum melakukan perekaman. 

Sudarmanto menambahkan, masyarakat juga antusias melakukan perekaman karena ingin menggunakan hak pilihnya. "Karena salah satu syarat menggunakan hak pilih adalah KTP elektronik. Permintaan atau keinginan warga memang sangat meningkat," sebutnya. 

Untuk memfasilitasi warga, Dispendukcapil juga terus melakukan layanan jemput bola. "Jemput bola yang jelas sudah dilakukan mulai akhir 2018. Baik itu di sekolah, ke  rumah penduduk yang tidak bisa merekam, sampai ke lapas-lapas di wilayah Jawa Timur yang ada penduduk Kota Malang kami datangi untuk bisa melakukan perekaman," terangnya. 

Pihak Dispendukcapil Kota Malang juga mengimbau warga berusia 17 tahun untuk segera melakukan rekam data. "Yang belum, kami berharap semua warga Kota Malang segera untuk melakukan perekaman agar bisa mendapatkan e-KTP. Karena satu suara itu menentukan 5 tahun ke depan," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load