Foto Dokumentasi MalangTIMES

Foto Dokumentasi MalangTIMES



MALANGTIMES - Dana insidental untuk proses perbaikan jalan rusak di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang sampai awal Maret 2019 sudah terserap dengan jumlah besar. Bahkan sudah masuk dalam hitungan sangat menipis.

"Anggaran dana insidental tahun ini Rp 1,5 miliar dan sekarang sudah mendekati habis," kata Kepala Dinas PUPR Hadi Santoso pada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Pria yang akrab disapa Sony itu menyampaikan, penyerapan anggaran insidental memang cukup besar karena dilakukan perbaikan untuk jalan rusak yang sebelumnya tidak diprediksi. Total sudah ada sekitar 30 titik yang telah diatasi menggunakan dana insidentil tersebut.

Untuk mengatasi kebutuhan yang ada itu, Dinas PUPR akan mengajukan anggaran dalam APBD-perubahan. Lantaran anggaran yang digunakan saat ini sudah masuk sesuai dengan ketetapan dan tidak dapat ditambah ataupun dikurangi.

"Anggaran yang ada sekarang sudah dikunci. Jadi, akan kami ajukan penambahan di APBD-perubahan nanti," terang pria berkacamata tersebut.

Lebih jauh Sony menyampaikan, masalah utama yang mengakibatkan jalanan rusak di Kota Malang adalah genangan air. Sehingga, dalam proses pembenahan jalan yang rusak selama ini, Dinas PUPR juga melakukan pembenahan sudetan.

"Yang jadi alasan utama kerusakan itu air. Jadi, saat benahi jalan, kami juga benahi sudetan," jelasnya.

Menurut Soby, saat ini beberapa jalan rusak dan berlubang yang dikeluhkan warga sudah ditindaklanjuti. Dia pun memastikan segera menambal jalan berlubang di beberapa kawasan menggunakan anggaran insidental tersebut. 

End of content

No more pages to load