MALANGTIMES - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang seharian ini (Kamis, 14/03/2019) tutup lebih awal. Sehingga pelayanan yang biasanya normal seperti biasanya, bisa dibilang macet hari ini. Pintu pagar masuk kantor Disdik kabupaten Malang pun ditutup walau masih jam pelayanan. Sehingga menyebabkan sejumlah ASN pendidikan yang terlihat memiliki kepentingan harus balik kanan. Karena tidak bisa masuk ke area perkantoran Disdik Kabupaten Malang yang terletak di Jalan Penarukan No 1 Kepanjen.

Kondisi tersebut ternyata dipicu adanya kabar, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali menggeledah kantor Disdik Kabupaten Malang. Terkait kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan di tahun 2011 lalu. Seperti diketahui di tahun 2018 lalu, KPK mengobok-obok perkantoran OPD Kabupaten Malang. Salah satunya adalah kantor Disdik yang dikepalai oleh M Hidayat atau akrab disapa Dayat.

Kabar tersebut yang membuat kantor Disdik Kabupaten Malang ditutup lebih awal dari biasanya. Bahkan dari beberapa keterangan ASN di lingkungan kantor Disdik, mereka terlihat shock dengan kabar tersebut. "Kita kaget saja ada kabar akan didatangi KPK lagi. Sehingga bisa dibilang pelayanan hari ini lumpuh. Gerbang juga ditutup lebih awal tadi," kata salah satu ASN yang mewanti-wanti tidak disebut namanya, Kamis (14/03/2019).

Dayat Kepala Disdik Kabupaten Malang juga membenarkan adanya kabar akan datangnya lagi KPK ke kantornya dalam rangka penggeledahan. Hal tersebut yang membuat kantor dengan terpaksa ditutup lebih awal pelayanannya. "Alasannya sederhana kita tutup. Kalau benar kabar tersebut, nanti kasihan mereka yang ada urusan ke kantor tidak bisa keluar ketika KPK datang. Pasti mereka tertahan di dalam kantor," ujar Dayat yang juga mengatakan dirinya memang mendapatkan kabar mengenai akan datangnya lagi KPK.
“Berdasarkan informasi yang saya terima, KPK akan datang ke kantor ini, dan masih di Polres Malang. Jadi semua kegiatan kami hentikan,” ujarnya.

Langkah penutupan pelayanan Disdik Kabupaten Malang, selain adanya kabar yang tidak disebutkan bersumber darimana datangnya. Didahului dengan adanya surat dari KPK yang ditujukan ke kantor Disdik Kabupaten Malang. Surat tersebut ditujukan kepada Suwandi, beberapa waktu lalu. "Iya ada surat yang ditujukan ke Suwandi. Dimungkinkan kalau terkait DAK 2011 itu merujuk ke mantan Kadisdik yang lama. Tapi suratnya masih ke kantor kita. Ini dimungkinkan salah alamat," ucap Dayat.

Mantan Kabag Humas Kabupaten Malang ini juga menyampaikan, bahwa di periode kepemimpinannya sebagai Kadisdik, memang ada nama Suwandi yang masih bertugas aktif di kantornya. "Ada nama Suwandi. Saat ini menjabat sebagai kepala bidang tenaga teknis pendidikan. Tapi terkait kasus DAK 2011 tentunya bukan jajaran saya yang sekarang ini," pungkasnya.