Yeni Kunjayati dan Artha Surya Wijaya Malik, ibu dan anak saat diamankan polisi karena menjadi bandar narkoba, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Yeni Kunjayati dan Artha Surya Wijaya Malik, ibu dan anak saat diamankan polisi karena menjadi bandar narkoba, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



MALANGTIMES - Jaringan peredaran narkoba yang ada di Kabupaten Malang kembali diringkus polisi. 

Tidak tanggung-tanggung, jajaran unit Satreskoba Polres Malang berhasil mengamankan bandarnya langsung, Rabu (13/3/2019).

Parahnya lagi, dua orang yang diamankan tersebut masih memiliki ikatan keluarga. Yakni seorang ibu dan anaknya. 

Mereka adalah Yeni Kunjayati (46) dan Artha Surya Wijaya Malik (27). 

Keduanya merupakan warga Desa Wonorejo Kecamatan Lawang. 

“Kedua tersangka bandar narkoba ini, kami amankan saat berada di kediamannya,” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Ujung menambahkan, kasus penangkapan kedua bandar ini bermula saat petugas mendapatkan laporan dari masyarakat, jika di wilayah Kecamatan Lawang marak peredaran narkoba.

Mendapatkan laporan, beberapa personel kepolisian dikerahkan ke lapangan. 

Hasilnya, ibu dan anak itu disinyalir merupakan bandar yang selama ini memasok kepada para pengedar yang sebelumnya pernah diringkus polisi.

Ketika diamankan, petugas mendapatkan beberapa barang bukti di kediaman tersangka. 

Di antaranya 229 butir pil inex. Parahnya, selain kedapatan menjualkan narkoba jenis ekstasi, komplotan ini juga menjual pil koplo. 

Sedangkan barang bukti yang disita polisi sebanyak 104.000 pil double L. 

“Narkoba jenis pil double L ini dijual tersangka dengan cara memberi lebel vitamin B1,” terang perwira polisi dengan pangkat dua melati dibahu ini.

Berdasarkan pendalaman penyidik, kedua tersangka sudah menjalani bisnis haram ini selama dua tahun. 

Selain menjual di wilayah malang raya, komplotan ini diketahui juga memasok ke kawasan Kota Batu.

Jika kehabisan stok, ibu dan anak ini bakal mendapatkan kiriman narkoba, dengan menggunakan sistim ranjau. 

Jika sudah diletakkan kesuatu tempat yang sudah disepakati, keduanya bakal dibimbing melalui telepone untuk mengambil paketan narkoba tersebut. 

“Dari pendalaman kami, bandar narkoba ini melibatkan satu keluarga. Selain kedua tersangka, bapak sekaligus suami pelaku juga sudah diamankan di tahanan Madura lantaran kasus yang sama yakni narkoba,” sambung Ujung saat ditemui awak media di sela-sela agenda rilis.

Anggota polisi nomor satu di Kabupaten Malang ini menjelaskan, kedua tersangka mengaku jika mendapatkan pasokan pil inex dari salah satu bandar asal Pamekasan. 

Sedangkan pil koplo berlebel vitamin B1, diperoleh dari bandar asal Mojokerto. 

“Kasus ini masih kami kembangkan, termasuk memburu keberadaan bandar yang memasok narkoba kepada kedua tersangka,” imbuh Ujung.

Ditemui disaat bersamaan, kedua tersangka mengaku jika menjual pil inex seharga Rp 160 ribu per butirnya. 

Sedangkan satu kemasan pil koplo berlebel vitamin B1 dijual seharga Rp 500 ribu per kemasan. 

“Saya mendapatkannya sudah dalam keadaan dilabeli vitamin B1, kami tinggal menjualnya saja,” ucapan kedua tersangka kompak.

End of content

No more pages to load