Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM. (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM. (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Ada sekitar 400 lembaga PAUD (pendidikan anak usia dini) di Kota Malang. Dinas Pendidikan Kota Malang terus berupaya menyejahterakan guru PAUD yang ada di Kota Malang dengan pemberian insentif.

Insentif yang diberikan sejumlah Rp 500 ribu kepada guru PAUD nonformal. Tetapi, terdapat syaratnya. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM, guru tersebut harus mengajar minimal selama dua tahun.

"Yang kita kasih itu ada batasan, yakni minimal kerja 2 tahun. Karena utamanya PAUD nonformal itu kadang 1 tahun tidak jadi guru lagi. Hanya beberapa bulan, terus tidak jadi guru lagi. Ya sulit," ungkapnya saat ditemui di sela acara seminar Kesetaraan Guru PAUD Non-Formal Se-Jawa Timur di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (13/3).

Memang, banyak guru yang kemudian memilih mengundurkan diri dikarenakan gaji yang minim. Hal ini yang membuat guru PAUD yang terhimpun dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) mengajukan judicial review UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Harapan wanita yang akrab disapa Ida ini, ke depan guru PAUD bisa memperoleh gaji UMR. "Ini sudah kami rencanakan," tandasnya.

Sementara itu, mengenai SDM guru PAUD, selama ini masih ada yang latar belakangnya belum S1. Dinas Pendidikan sendiri sudah mengimbau mengenai hal ini. Zubaidah menyatakan, Dinas Pendidikan memberikan pelatihan kepada guru PAUD yang belum S1 selama 2 tahun.

"Memang masih ada guru PAUD yang latar belakangnya belum S1. Tapi ini sudah kami imbau dan kami sudah memberikan pelatihan 2 tahun berturut turut. Semua guru PAUD yang belum S1 kami beri edukasi," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji juga menyatakan dirinya berupaya mewujudkan kesetaraan guru PAUD, yakni dengan memberikan gaji yang layak kepada guru yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun.

"Antara swasta dan negeri, baik formal dengan nonformal kemarin sudah ada penyetaraan dan tidak ada perbedaan. Untuk GTT di kalangan Dinas Pendidikan Kota Malang, kami berikan Rp 300-500 ribu. Kalau saat ini, jika usia pengabdiannya 10 hingga 15 tahun, gajinya hampir Rp 3 juta," pungkasnya saat memberikan sambutan di acara seminar Kesetaraan Guru PAUD Non-Formal Se-Jawa Timur tersebut. Pemberiannya, menurut Sutiaji, yakni dalam bentuk hibah ke masing-masing sekolah melalui bosda.

 

End of content

No more pages to load