Petugas saat mengevakuasi jenazah korban yang tewas akibat tersambar kereta. (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Petugas saat mengevakuasi jenazah korban yang tewas akibat tersambar kereta. (Foto : Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu masih menjadi penyebab utama seseorang meninggal dunia akibat tersambar kereta. Di awal tahun ini, sedikitnya ada dua kasus yang terjadi di wilayah perlintasan di Kecamatan Kepanjen.

Terbaru, seorang pelajar MTs (madrasah tsanawiyah) tewas saat melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Tamanayu, Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Selasa (12/3/2019) petang.

Diketahui korbannya bernama Mufli Nur Ardiansyah, warga Jalan KH Said Desa Ketapang, Kecamatan Kepanjen. “Korban meninggal dunia akibat mengalami luka serius di bagian kepala. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dilarikan ke kamar mayat, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka,” kata Kapolsek Kepanjen Kompol Bindriyo.

Berdasarkan pendalaman MalangTIMES, insiden bermula saat korban dengan seorang temannya hendak melintas ke lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor. Tepatnya sekitar pukul 16.30, keduanya melintas dari arah timur dengan kecepatan sedang.

Warga yang mengetahui jika hendak ada kereta yang melintas langsung mengingatkan keduanya agar menghentikan laju kendaraan mereka. Bukannya berhenti. Pelajar MTs itu justru tetap menggeber sepeda motor yang ditumpanginya.

Di saat bersamaan, dari arah utara melaju kereta api tujuan Blitar. Melihat ada kereta yang mau melintas, teman yang dibonceng Mufli  bergegas melompat dari boncengannya. Sedangkan Mufli terlambat untuk melompat dan seketika diterjang kereta.

Tubuh mungil remaja 14 tahun  itu langsung terpental dan kepalanya terbentur tanah. Lantaran luka serius yang dialaminya, Mufli langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui insiden ini langsung berupaya menolong korban. Sedangkan sebagian lainnya melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. “Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan mendapatkan hasil visum korban. Kasus ini masih kami dalami,” terang Kanitlaka Lantas Kepanjen Iptu Yoyok Supandi.

Terpisah, Kanitlaka Lantas Polres Malang Ipda Agus Yulianto menuturkan, kejadian semacam ini bukan kali pertama terjadi. Masih di lokasi yang sama, tepatnya pada 11 Januari lalu, As Ad Al Arof -warga Desa/Kecamatan Ngajum- juga menjadi korban kecelakaan saat melintasi perlintasan kereta tanpa palang pintu tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka parah di bagian kepala.

“Dari catatan kami, ada dua perlintasan kereta yang paling rawan kecelakaan. Selain di Desa Jatirejoyoso, perlintasan kereta api di wilayah Kecamatan Sumberpucung juga masuk zona rawan kecelakaan,” ujar Agus kepada MalangTIMES, Rabu (13/3/2019).

 

End of content

No more pages to load