Perpustakaan Desa Jatikerto, Kromengan. Pemkab Malang terus menggalakkan tumbuhnya perpustakaan desa di seluruh desa. (Nana)

Perpustakaan Desa Jatikerto, Kromengan. Pemkab Malang terus menggalakkan tumbuhnya perpustakaan desa di seluruh desa. (Nana)



MALANGTIMES - Ekspektasi Pemerintah Kabupaten Malang terhadap tumbuhnya perpustakaan desa (perpusdes) terbilang tinggi. Walaupun ternyata, di tataran lapangannya, perpusdes masih di luar ekspektasi dengan jumlah  378 desa di Kabupaten Malang.

Data Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Malang mencatat sampai saat ini baru sekitar 225 perpusdes. Artinya, masih ada 153 desa yang sampai saat ini belum memiliki perpusdes.

"Jumlah tersebut masih kurang dengan jumlah desa di Kabupaten Malang. Ini tentunya membuat minat dan budaya membaca di masyarakat terhambat juga," kata Ratna Indriyani, kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Malang, menyikapi masih cukup lambannya perpusdes tumbuh di perdesaan.

Ratna melanjutkan, terhadap 153 desa yang belum memiliki perpusdes, nantinya direncanakan akan dilakukan pemanggilan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Malang. Pemanggilan tersebut akan dialamatkan terhadap kepala desa (kades) dengan harapan adanya komunikasi dengan pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Malang.

“Rencana kami akan memanggil para kepala desa yang wilayahnya belum punya perpustakaan. Harapannya bisa berkonsultasi dengan kami untuk mengadakan perpustakaan,” ujarnya.

Pekerjaan rumah Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Malang ini terbilang berat. Walaupun 225 desa telah memiliki perpusdes, tapi bukan berarti tidak ada kendala yang dihadapinya. Pasalnya, desa-desa yang sudah memiliki perpusdes pun masih belum berjalan secara maksimal. Terutama fasilitas dan sistem yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi kembali.

"Masih banyak hal yang perlu dibenahi, terutama fasilitas dan sistem perpusdes yang telah ada. Selain itu, ada persoalan operasional perpusdes yang juga belum bisa dibilang tertib. Karena itu, kami rencana ingin bersama-sama komunikasi dengan para kades," urai Ratna.

Ratna mencontohkan, dalam persoalan operasional, ada perpustakaan  desa yang buka setiap hari. Ada juga yang seminggu sekali. "Tapi tentunya ini masih lebih baik daripada yang belum memiliki perpusdes. Kami punya komitmen untuk menumbuhkan budaya baca dalam masyarakat Kabupaten Malang," pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load