Rapat terkait persiapan lomba kelurahan sehat di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

Rapat terkait persiapan lomba kelurahan sehat di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Terlebih, pemkot tengah berupaya mempertahankan predikat kota sehat di Indonesia pada 2019 ini. 

Tantangan Kota Malang saat ini paling besar di bidang sanitasi. Khususnya target open defection free (ODF) atau terbebas dari buang air besar sembarangan (BABS) atau tidak di jamban. Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, sejumlah kegiatan akan digelar untuk memacu munculnya pokja sehat di seluruh wilayah. 

Salah satu indikator pokja sehat, yakni adanya fasilitasi oleh lurah, administrasi terkait dengan program sanitasi khususnya target ODF atau terbebas dari buang air besar tidak di jamban. "Memang indikator kota sehat adalah ODF 100 persen di semua kelurahan," tutur Sutiaji.

Menurut dia, salah satu upaya agar target ODF 100 persen di seluruh kelurahan se-Kota Malang adalah dengan mengubah perilaku buang air besar sembarangan non-jamban. Perilaku itu hingga kini masih dilakukan masyarakat di beberapa titik. 

Seperti diketahui, Kota Malang sudah berhasil mempertahankan gelar “Swati Saba Wisatara”, yakni gelar tertinggi di bidang kesehatan, selama 4 tahun terakhir. Salah satu upaya dalam rangka mempertahankan prestasi itu adalah dengan menggelar Lomba Kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Kelurahan Sehat tahun 2019. 

Lomba itu akan diikuti oleh 57 kelurahan se-Kota Malang. Lomba itu juga menjadi ajang sosialisasi dan memberikan pemahaman terkait hal tersebut. "Dengan adanya lomba ini diharapkan bisa memenuhi target 100 persen ODF sehingga kami bisa merebut kembali predikat kota sehat," tandasnya.

Menurut Sutiaji, kegiatan ini sangat positif dalam upaya mempertahankan prestasi baik yang sudah berhasil ditorehkan selama ini. "Kami sangat mendukung adanya lomba ini dan ke depan bisa membawa Malang tetap pada predikat sebagai kota sehat," kata dia. 

Sementara itu, salah satu panitia yang juga anggota tim Kota Sehat, Syamsul, menegaskan pula jika latar belakang verifikasi adalah dalam rangka mempertahankan predikat Kota Malang sebagai kota sehat. "Karena untuk mempertahankan Swastisaba Wistara yang ke-4 kalinya, indikatornya harus lolos ODF 100 persen di semua kelurahan," kata Syamsul.

End of content

No more pages to load