Kegiatan Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pemilu yang digelar Bakesbangpol Kota Malang di Hotel Savana, Rabu (13/3/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Kegiatan Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pemilu yang digelar Bakesbangpol Kota Malang di Hotel Savana, Rabu (13/3/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Wujudkan demokrasi berkualitas, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang dorong keterlibatan masyarakat. Kali ini, melalui kegiatan Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pemilu yang digelar di Hotel Savana, Rabu (13/3/2019).

Plt Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Supriyadi menyampaikan, indikator mendasar kualitas penyelenggaraan pemilu demokratis adalah keterlibatan masyarakat secara aktif. Tanpa adanya partisipasi masyarakat, maka demokrasi tak dapat terwujud.

"Karena demokrasi adalah dari dan oleh masyarakat," katanya.

Pemilu, lanjutnya, merupakan implementasi hak rakyat secara politis dalam menentukan nasib dan kebijakan negara di lima tahun ke depan. Di mana masyarakat yang menentukan unsur yang akan duduk di kursi legislatif dan eksekutif.

"Maka momentum keterlibatan ini sangat penting. Tanpa ada keterlibatan masyarakat maka hanya akan jadi formalitas demokrasi saja. Keterlibatan masyarakat perlu ditingkatkan," ucapnya.
 

Namun kendalanya, kesadaran berpolitik masyarakat saat ini masih rendah. Sehingga upaya untuk meningkatkan partisipasi dalam penyelenggaraan pemilu sangat penting dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan yang dilakukan Bakesbangpol saat ini.

Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pemilu ini menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi seluruh kalangan. Sehingga melalui kegiatan yang melibatkan ketua RT/RW hingga unsur Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) itu dapat meningkatkan kesadaran akan hak dalam menggunakan hak pilihnya serta membangun karakter bangsa dalam memelihara persatuan dan kesatuan.

"Di sisi lain, pendidikan politik ini efektif untuk mendukung terlaksananya pemilu yang jujur dan adil sesuai kearifan lokal bangsa Indonesia," paparnya lagi.

Dia pun mengajak agar pihak terkait berkenan untuk bekerjasama dan sinergi bersama dalam membangun kesadaran politik masyarakat dan mengetahui hak politik untuk meminimalisir Golput.

Ratusan unsur masyarakat mulai dari ketua RT/RW, lurah, hingga unsur Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) diundang dalam kegiatan tersebut. Sementara menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut berasal dari akademisi, penyelenggara Pemilu yang diwakili oleh anggota KPU Kota Malang, dan Wali Kota Malang, Sutiaji.

End of content

No more pages to load