Ilustrasi apartemen (Foto istimewa)

Ilustrasi apartemen (Foto istimewa)



MALANGTIMES - Investasi di bidang properti patut dipertimbangkan. Salah satunya pada properti apartemen. Keuntungan berinvestasi properti apartemen nyatanya cukup menggiurkan dan menjanjikan.

Apartemen merupakan aset tidak bergerak yang layak dijadikan investasi. Berbeda dengan kendaraan yang harga jualnya menyusut, harga jual apartemen justru terus meningkat. Harga sewa dan jual apartemen termasuk tinggi.

Jika Anda membeli apartemen, Anda bisa menyewakan secara harian, bulanan, hingga tahunan. Nilai sewa apartemen juga cukup besar seiring banyak yang mencari hunian sewa yang nyaman.

Pembeli apartemen juga bisa menjual kembali apartemen yang telah dibelinya dengan harga yang menarik. Setiap tahunnya, kenaikan harga apartemen bisa mencapai 5 hingga 10 persen. Itu artinya, jika apartemen yang dibeli seharga Rp 300 juta, maka kenaikan harganya mencapai Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per tahun.

Selain itu, apartemen kini telah menjadi tren dan hunian favorit. Seiring dengan terbatasnya hunian di kota-kota besar dan harganya yang semakin mahal, hunian vertikal yakni apartemen menjadi pilihan yang tepat.

Apartemen saat ini menjadi pilihan banyak orang untuk tinggal lantaran lokasinya yang kebanyakan tak jauh dengan lokasi orang bekerja, kampus, dan akses publik yang lain. Sehingga tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi tren. Selain banyak fasilitas yang ditawarkan, tinggal di apartemen juga dinilai cukup aman dan nyaman.

Selain itu, tinggal di apartemen juga bakal menjadi favorit masyarakat seiring banyak proyek pembangunan apartemen yang berada di lokasi transit oriented development (TOD) atau pengembangan berorientasi transit yang dekat dengan terminal atau stasiun kereta.

Lokasi-lokasi apartemen di kawasan yang dekat dengan terminal atau stasiun kereta akan memudahkan akses masyarakat ke lokasi tujuan. Maka jangan heran kalau saat ini banyak investor yang bergerak di sektor properti untuk membeli aparteman dengan tujuan dijual kembali agar mendapatkan untung sebesar-besarnya.

Terdapat satu apartemen di Kota Malang yang sangat menjanjikan untuk diinvestasikan. Apartemen itu ialah The Kalindra. The Kalindra adalah suatu kawasan elit yang terdiri dari town house, apartemen, Aston City Hotel yang berdiri di atas lahan 3,5 hektar. Lokasinya berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani Utara No. 10, Kota Malang.

The Kalindra memiliki akses yang mudah ke mana saja. Lokasi The Kalindra berdekatan dengan exit tol Malang-Pandaan (Mapan), barangkali hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1-2 menit saja. The Kalindra juga memiliki akses yang mudah ke Bandara Abdulrahman Saleh dan Terminal Arjosari, yakni hanya sekitar 5-10 menit saja. Sedangkan, untuk menuju pusat kota, katakanlah alun-alun, maksimal perjalanan juga hanya sekitar 10 menit.

Selain itu, The Kalindra juga dekat dengan puluhan kampus terbaik, sekolah internasional Bina Bangsa dan Binus, pusat perbelanjaan, dan pusat kuliner. Cukup 1 menit ke Hawai Waterpark dan 30 menit ke Kota Batu.

"Jadi orang itu sudah tidak perlu lagi masuk kota. Apalagi macet-macet gitu kan. Jadi potensi untuk disewakan apartemen kita itu paling tinggi dibanding apartemen lainnya. Karena akses pertama yang dilihat adalah The Kalindra," ujar Eksekutif Manager Marketing Ferdinando Redha Asmana.

Jadi, tidak hanya strategis saja, The Kalindra yang terletak di jalan utama Kota Malang ini juga diprediksi akan bebas macet setelah underpass Karanglo jadi.

Nah, di tengah-tengah maraknya kasus apartemen yang bermasalah di Kota Malang, The Kalindra merupakan investasi apartemen paling aman. Di Kota Malang sendiri, penjualan unit  yang tergolong masif tidak diimbangi dengan legalitas. Beberapa apartemen yang ditawarkan pengembang hingga kini bisa dibilang bermasalah.

Namun, The Kalindra telah menguasai 100 persen lahannya. Jadi, lahan dari pengembang sama sekali tak bermasalah. Untuk itu, ada jaminan keamanan berinvestasi untuk calon penghuni.

"Milik kita SHM (Sertifikat Hak Milik). Jadi tidak ada sengketa karena dari awal sudah kita bebaskan tahun 2008, sudah lama," pungkas Ferdinando.

 

 

End of content

No more pages to load