Totok Sugiarto, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Totok Sugiarto, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



MALANGTIMES - Pedagang Pasar Legi yang kiosnya terdampak proses pengerjaan renovasi pasar, tidak jadi direlokasi di Jalan Kerantil, melainkan dipindah ke Jalan Mawar, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Hal tersebut dibenarkan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto. Dia menandaskan tempat relokasi pedagang Pasar Legi ditempatkan di Jalan Mawar sebab Jalan Kerantil nantinya bakal menjadi pintu masuk jalan atau arus lalu lintas proses pengerjaan renovasi.

"Kemarin kalau kita lihat catatannya waktu penganggarannya, di sepanjang Jalan Mawar. Kalau Kerantil ini untuk pintu masuk ke proyek. Terus Jalan Kerantil sudah banyak kios, gak mungkin ditambah lagi," jelas dia saat dihubungi pewarta BLITARTIMES, Selasa (12/3/2019).

Karena perkembangan informasi dari Pemerintah Kota Blitar ke pedagang terkait proses relokasi belum kembali berlanjut, dia meminta dinas terkait untuk segera kembali mengkonfirmasi kepada pedagang supaya perkembangan terkini tidak terputus begitu saja.

Menurutnya, memang saat ini perkembangan proses pengerjaan proyek renovasi masih pada tahap lelang. Nantinya dalam waktu satu bulan kedepan pengerjaan proyek renovasi bisa dimulai dan harus selesai pada tahun ini.

"Seperti konstruksi baja, pabrikan dan sebagainya itu hanya dibutuhkan waktu tujuh bulan pengerjaannya. Proses finishing pembangunan selesai," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Blitar dengan pedagang Pasar Legi yang akan direlokasi bersepakat, pelaksanaan relokasi dilaksanakan tanggal 10 April mendatang. Saat ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Pemkot Blitar tengah mempersiapkan pelakanaan relokasi yang ditandai dengan rencana pembangunan tempat relokasi yang rampung dikerjakan akhir bulan ini.

Sekitar 200 pedagang Pasar Legi akan direlokasi untuk kepentingan renovasi pasar setelah peristiwa kebakaran tahun 2016 lalu. Disperdagin akan membuatkan lapak semi permanen untuk pedagang sebagai tempat relokasi. Pemerintah Kota Blitar dan DPRD juga telah sepakat proses pengerjaan renovasi selesai pada akhir tahun 2019, dengan menggelontor anggaran pembangunan senilai Rp 50 Miliar melalui APBD tahun 2019.(*)

End of content

No more pages to load