MALANGTIMES - Pelaksanaan Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) seleksi terbuka bagi jajaran direksi PDAM Kota Malang berlanjut diwarnai isu mundurnya salah satu calon. Ketua Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang Ade Herawanto disebut balik kanan karena tidak hadir dalam tes tersebut. 

"Ayas (saya) maju terus pantang mundur kok. Tapi ya iki sedang dinas di Jakarta. Ada jadwal bersamaan dengan tugas selaku Kepala BP2D sesuai tupoksi (tugas pokok fungsi). Maka ayas harus memilih secara profesional dan melaksanakan tugas," ujar Ade ketika dikonfirmasi melalui pesan tertulis. 

Ade menjelaskan, dia menghadiri pertemuan dengan Ditjend Pajak dan DJPK Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. "Sesuai jadwal konsultasi di Kemenkeu, suratnya sudah terjadwal sejak seminggu yang lalu. Karena ini berkaitan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga, jadi lebih penting dilaksanakan," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ade mengikuti seleksi terbuka sebagai calon direktur utama PDAM Kota Malang. Dia tidak mendaftar sendiri, melainkan didaftarkan oleh jajaran pengurus Asosiasi Hippam Kota Malang. "Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk seluruh komunitas yang mendukung saya dan juga sahabat-sahabat di Hippam yang telah mendaftarkan ayas," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini (12/3/2019) panitia seleksi (pansel) menggelar Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) bagi para pendaftar. Namun dari 22 calon yang terdaftar, ada dua orang yang tidak hadir. Kedua calon yang tidak hadir adalah Ade Herawanto yang mendaftar sebagai calon direktur umum (dirut) dan Yoni Wardana sebagai calon direktur administrasi dan keuangan.

Ketua Tim Pansel Direksi PDAM Kota Malang Abdul Malik mengungkapkan belum mengetahui soal isu mundurnya Ade Herawanto. "Saya belum mendapat informasi, beliau (Ade) ada di Jakarta dan tadi kan belum datang (ikut tes), diberi kesempatan besok," ujar Malik. 

"Saya belum tahu, malah baru dengar ini kalau memang ada informasi mundur. Fakta formal kami belum dapat informasi itu, tapi beliau sudah melengkapi semuanya (syarat-syarat pendaftaran). Karena ada yang berhalangan maka besok (13/3/2019) pagi akan lakukan proses itu bersama lima orang pendaftar direktur rumah potong hewan," terang pria yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Malang itu.