Suasana UKK seleksi terbuka jajaran direksi PDAM Kota Malang di gedung Bakorwil Jawa Timur III, Jalan Simpang Ijen. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Suasana UKK seleksi terbuka jajaran direksi PDAM Kota Malang di gedung Bakorwil Jawa Timur III, Jalan Simpang Ijen. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Proses seleksi terbuka bagi jajaran direksi PDAM Kota Malang berlanjut. 

Hari ini (12/3/2019) panitia seleksi (pansel) menggelar Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) bagi para pendaftar. 

Namun dari 22 calon yang terdaftar, ada dua orang yang tidak hadir.

Kedua calon yang tidak hadir adalah Ade Herawanto yang mendaftar sebagai calon direktur umum (dirut) dan Yoni Wardana sebagai calon direktur administrasi dan keuangan. 

"Hari ini jadwalnya UKK, fit and proper tes dan psikologi. Ada yang absen, karena ada yang punya kegiatan di luar kota," ujar Ketua Tim Pansel Direksi PDAM Kota Malang Abdul Malik. 

Menurut Malik, para pendaftar yang tidak datang tidak langsung dicoret dari daftar calon direksi.

Pasalnya, pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung bahwa ketidakhadiran itu disebabkan karena tugas negara. 

"Informasi awalnya disampaikan lewat WA (aplikasi pesan WhatsApp) lalu bertelepon, berkomunikasi langsung untuk cek alasannya itu," terangnya. 

Para peserta seleksi yang tak hadir pun masih akan diberi kesempatan kedua. 

"Diberi kesempatan besok (13/3/2019) pagi untuk yang belum datang tadi. Tetap dilayani, saya sudah bicarakan dengan pelaksana tes agar diberi kesempatan tes bersama calon-calon direktur rumah potong hewan (RPH)," papar Malik yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Malang itu.

Dalam UKK tersebut, pansel melibatkan tim profesional dari Laboratorium Psikologi Terapan Industri dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. 

"Kan memang jadwalnya dua hari. Jadi kami beri peluang, barangkali di antara mereka ada yang terbaik kan kita nggak tahu. Diberi peluang yang sama," terangnya. 

Berlangsung di gedung Bakorwil Jawa Timur III, Jalan Simpang Ijen, Kota Malang, seleksi tersebut digelar untuk tiga posisi. Yakni direktur utama, direktur administrasi dan keuangan, serta direktur teknik PDAM Kota Malang. 

Berdasarkan pengamatan MalangTIMES, kegiatan tersebut berlangsung dua sesi. 

Sesi pertama, semua calon mengerjakan tes tulis di satu ruangan. 

Sesi kedua, para calon dihadapkan dalam empat kelompok untuk beradu gagasan terkait kepemimpinan atau Leadership Grup Discussion (LGD). 

Sementara besok (13/3/2019) para peserta juga akan mengikuti sesi wawancara. 

Salah satu peserta seleksi terbuka, Arif Adi Rendra mengaku tidak merasa kesulitan mengikuti UKK hari pertama. 

"Kalau ujian ini biasa saja. Yang penting kan nanti saat beradu gagasan mau dibawa ke mana PDAM Kota Malang ini," ujar Rendra. 

Pria yang juga pendiri Asosiasi Hippam Kota Malang itu mengaku juga membawa rancangan visi-misi yang akan dijalankan jika terpilih sebagai direktur utama. 

"Ingin jadikan PDAM yang bermartabat, membawa marwah kehormatan bagi Kota Malang. Itu bisa didapatkan kalau bisa memberi pelayanan yang prima," tuturnya.

Salah satu pekerjaan rumah besar yang harus ditindaklanjuti bagi direktur baru, yakni soal pendapatan PDAM Kota Malang yang dinilai masih kecil. 

"Padahal semua unsur masyarakat harusnya bisa terakses secara kualitas dan keterjangkauan kena semua," tuturnya. 

Rendra pun berharap nantinya seleksi akan berjalan dengan suportif sesuai dengan seleksi terbuka yang digelar. 

"Semua tentu punya visi agar PDAM ini lebih baik. Semoga juga nanti tidak ada unsur-unsur lain yang berpengaruh, tetapi murni dari tes ini hasilnya yang terbaik," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load