Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Nurcahyo (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Nurcahyo (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Selalu surplus, Kabupaten Malang pastikan diri tak impor daging. 

Hal itu menyusul intruksi yang sudah disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk tidak impor daging dan tetap mempertahankan kualitas serta kuantitas daging sapi.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Nurcahyo menyampaikan, produksi daging sapi setiap tahunnya tak kurang dari 41 ribu ton, dengan populasi sapi mencapai 243 ribu ekor lebih. 

Padahal, kebutuhan daging di Kabupaten Malang sendiri selama ini hanya mencapai 25 persen saja dari total yang produksi yang dihasilkan.

"Konsumsi daging di Kabupaten Malang sedikit, dan surplus daging kita sampai 75 persen," katanya pada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Kelebihan dari produksi daging itu menurutnya dikirim untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur. 

Selain itu juga dikirim mulai Kalimantan hingga Sulawesi. Jumlahnya pun lumayan besar setiap kali proses pengiriman.

"Dan kami sangat optimis tidak sampai impor daging, karena produksinya memang berlimpah. Selama ini kita juga jarang impor, hampir nggak pernah malah," paparnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, dalam ssatu tahun setidaknya lahir sekitar 60 sampai 70 ribu ekor sapi anakan. 

Jika dikalkulasikan, maka total uang yang berputar saat sapi anakan itu lahir mencapai Rp 639 Miliar.

"Dan kondisi petani sapi sekarang sangat sejahtera, baik sapi perah maupun sapi potong," ujarnya.

Untuk terus mendorong kebutuhan itu, menurutnya Pemerintah Kabupaten Malang terus berusaha memberi bantuan serta memfasilitasi setiap kebutuhan peternak sapi. 

Harapannya produksi daging sapi bisa terus bertambah setiap tahunnya.

"Tentu terus kami dorong dan fasilitasi," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load