Reklame yang dipaku langsung ke pepohonan di jalur Jalan Panji yang merupakan area perkantoran Pemerintah Kabupaten Malang. (Nana)

Reklame yang dipaku langsung ke pepohonan di jalur Jalan Panji yang merupakan area perkantoran Pemerintah Kabupaten Malang. (Nana)



MALANGTIMES - Miris. Begitulah mungkin melihat ruas Jalan Panji yang merupakan wilayah perkantoran OPD Kabupaten Malang. Sepanjang Jalan Panji yang statusnya adalah jalan nasional tersebut, beberapa hal menohok mata terpampang begitu telanjang.

Selain jalanan berlubang dan mengalami keretakan yang hampir rata di Jalan Panji dengan panjang sekitar 1 kilometer dari arah pertigaan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sampai perempatan Yon Zipur, juga semakin diperparah dengan adanya pemasangan reklame di pepohonan sepanjang jalan tersebut. Reklame tersebut dipasang secara langsung dan dipaku di pepohonan yang berderet di depan Pendapa Kabupaten Malang di Kepanjen sampai di sekitar perempatan Yon Zipur.

Dari penelusuran MalangTIMES, reklame yang juga tidak ada paraf dan tanggal pemasangan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang telah ada sejak Sabtu (09/03/2019) lalu dan masih tetap ada sampai hari ini tanpa adanya tindakan dari Pemerintah Kabupaten Malang.

Camat Kepanjen Abai Saleh saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menyatakan akan segera melakukan pengecekan di lokasi tersebut. "Dipaku langsung ke pohon itu? Nanti saya cek dan kalau tidak ada izin serta dipaku langsung di pepohonan, kami tertibkan," ucapnya kepada MalangTIMES saat dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Bopeng-Panji-dari-Reklame-Bodong-Dipaku-di-Pepohonan-sampai-Jalan-Berlubang1320440ff4199eae8.jpgJalan berlubang di ruas jalan Panji, Kepanjen, yang berstatus jalan nasional (Nana)

Abai juga menegaskan akan menurunkan satpol PP dalam upaya menertibkan reklame yang dipaku langsung ke pohon tersebut.

Mirisnya, Pemerintah Kabupaten Malang terlihat tidak berdaya untuk menertibkan reklame yang tidak sesuai dengan regulasi daerah. Sehingga reklame tersebut dari pantauan MalangTIMES masih terpasang dan berjejer di pepohonan. Dari pendapa kabupaten, Rumah Sakit Kanjuruhan sampai tepat di perempatan Yon Zipur serta terus meluas di jalan menuju Stadion Kanjuruhan. "Sudah berhari-hari terpasang itu, Mas," ucap warga sekitar yang tidak berkenan disebut namanya menyikapi pemasangan reklame tanpa izin dan dipaku langsung ke pepohonan.

Di sisi lain, jalanan berlubang terus melebar dan cukup membahayakan pengendara. Sayangnya, status Jalan Panji membuat Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang tidak bisa bertindak secara langsung memperbaikinya.

Seperti sempat disampaikan oleh Kepala PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni, pihaknya hanya bisa memperbaiki secukupnya jalan-jalan yang berstatus nasional. "Kami memiliki keterbatasan untuk memperbaiki keseluruhan jalan yang rusak karena status jalan dan anggaran yang tidak diploting di wilayah itu. Sehingga kalau tidak banyak rusaknya, kita yang perbaiki di beberapa titik yang dianggap membahayakan pengendara," ucapnya beberapa waktu lalu.

End of content

No more pages to load