Salah satu petani saat melakukan perawatan sayur andewi di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Salah satu petani saat melakukan perawatan sayur andewi di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Perhatian Pemkot Batu terhadap sektor pertanian tidak main-main. Untuk menyukseskan pertanian di Kota Batu, rencananya Pemkot Batu bakal melakukan peningkatkan infrastrukturnya.

Ya pada tahun 2019 ini akan dilakukan pembangunan dan pemeliharaan sistem irigasi di beberapa titik pertanian di Kota Batu. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan hasil panen, juga untuk melancarkan proses tanam. “Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertanian di beberapa titik di Kota Batu. Untuk melancarkan pertaniannya agar mulai menanam hingga panen,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. 

Hal ini dilakukan untuk meningkatkam pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian. Pada tahun 2019 ini untuk pembangunan dan rehabilitasi sistem irigasi menganggarkan senilai Rp 5,25 miliar.

Rencananya dengan anggaran Rp 5,25 miliar itu untuk pembangunan dan rehabilitasi sistem irigasi  di 33 titik area pertanian di Kota Batu. “Pembangunan sudah dimulai pada awal tahun 2019 lalu,” imbuhnya. 

Pentingnya rehabilitasi dan pembangunan sistem irigasi itu harus dilakukan melihat beberapa bulan lagi akan memasuki musim kemarau. Sehingga saat musim kemarau tiba, lahan pertanian mengalami kekurangan air bisa dimanfaatkan dengan baik. “Karena air ini sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, jadi jangan sampai sistem irigasi di daerah yang menjadi penghasil produk pertanian rusak,” ujar mantan wakil ketua DPRD Kota Batu ini.

End of content

No more pages to load