Screenshot akun @Opposite6890 dengan postingan terakhir tertanggal 10 Maret 2019 (@Opposite6890)

Screenshot akun @Opposite6890 dengan postingan terakhir tertanggal 10 Maret 2019 (@Opposite6890)



MALANGTIMES - Maraknya akun-akun di media sosial (medsos) yang dilaporkan ke kepolisian dengan dugaan penyebaran hoax, ujaran kebencian, sara dan lainnya, terus terjadi dan berulang-ulang. 
Dengan memakai nama anonim, para pemilik akun di medsos tersebut, kerap membuat gempar dunia maya. 

Salah satu yang terbaru adalah akun Twitter dan Instagram @Opposite6890 yang memposting terkait peran kepolisian RI menjadi buzzer untuk paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 01.

Postingan tertanggal  5 Maret 2019, sekitar pukul 02.22 WIB lalu tersebut mencatat : “Setelah Whistleblower mengungkap bahwa Kepolisian adakan pelatihan buzzer. Di mana setiap buzzer harus instal APK Sambhar. Hasil Scan Sambhar keluar Destinasi IP 120.29.226.193. Hasil Scan IP 120.29.226.193 ternyata dimiliki Polri.” 

Sontak saja masyarakat dibuat geger. Tak terkecuali pihak kepolisian yang secara tegas dari tingkat Polres sampai Polri menampik isu tuduhan tersebut. Bahkan, dilansir dari tempo.co (Senin, 11/03/2019) kemarin, pihak kepolisian langsung melakukan tindakan untuk  melacak pemilik akun  @Opposite6890.

Hasilnya, Polri telah mengantongi identitas pemilik akun tersebut. Serta bersiap untuk memprosesnya secara hukum dikarenakan tuduhan yang dialamatkan kepada kepolisian tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo yang menyatakan, tim dari Direktorat Siber Bareskrim sudah mengindentifikasi pemilik akun @Opposite6890 untuk diproses hukum karena telah menyebarkan propaganda di media sosial.

"Pemilik akun itu bisa segera ditetapkan sebagai tersangka. Untuk menjerat pelaku penyidik membutuhkan dua alat bukti yang cukup," ucap Dedi yang juga melanjutkan, terkait hal tersebut Polri sedang mencari satu alat bukti lagi.

"Seluruh alat bukti yang beredar di media sosial, dihitung satu alat bukti. Kami membutuhkan satu alat bukti lainnya yang bisa memperkuat proses hukum terhadap pemilik akun media sosial Twitter @Opposite6890," lanjut Dedi seperti dilansir tempo.co.

Seperti diketahui akun @Opposite6890 selain memposting kalimat tuduhan juga menayangkan video yang mengungkap keterlibatan Polri dalam memenangkan paslon 01 Jokowi - Ma'ruf Amin. Dalam video itu, Polri disebut-sebut membentuk tim buzzer yang terdiri dari 100 orang pada setiap polres di seluruh Indonesia, juga mengatakan gerakan secara terorganisir di tingkat polres hingga Mabes Polri untuk memenangkan Jokowi. Ratusan orang yang saling mengikuti di Twitter, Facebook, dan Instagram itu berinduk pada satu akun utama yakni @alumnishambar. 

Dari penelusuran MalangTIMES, @Opposite6890 masih aktif sampai Senin (11/03) malam kemarin. Dimana, cuitan terakhir di Twitter tertanggal 10 Maret 2019 dengan postingan berbunyi, "Ada yang mau? #ILCSambharMenyambar" serta memposting sebuah gambar produk saos bermerek ABC dengan tulisan Homestyle Sambhar Terasi.
Cuitan tersebut langsung dikomentari oleh 580 akun dan diretuit sebanyak 1,2 ribu serta di-like sebanyak 3,9 ribu akun lainnya.

 

End of content

No more pages to load