Foto Dokumentasi MalangTIMES

Foto Dokumentasi MalangTIMES



MALANGTIMES - Kebutuhan hunian di Kota Malang termasuk dalam kategori tinggi. Namun sayangnya, belum semua warga asli Kota Malang mampu membeli hunian secara mandiri. Terlebih, dengan semakin meningkatnya kebutuhan, harga tanah dan bangunan di Kota Pendidikan ini terus merangkak tinggi.

Dalam sebuah forum yang digelar antara Pemerintah Kota Malang beserta stakeholder dan masyarakat, seorang warga asal Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Verawati menyampaikan ada banyak perumahan yang dibuat oleh pengembang. Namun penghuni perumahan itu rata-rata adalah orang dari luar Kota Malang.

"Lantas bagaimana dengan warga kurang mampu yang sampai sekarang juga belum punya rumah," tanya Verawati.

Dia pun berharap agar Pemerintah Kota Malang lebih aktif dalam menanggapi keluhan warga asli Kota Malang yang belum memiliki hunian tersebut. Salah satunya dengan menambah jumlah rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertamanan dan Perumahan (Disperkim) Kota Malang Diah Ayu Kusuma Dewi menjelaskan, Pemerintah Kota Malang terus berupaya memfasilitasi warga berpenghasilan rendah. Salah satunya melalui Rusunawa, yang sengaja dibuat untuk memberi tempat tinggal bagi warganya.

Saat ini, Pemkot Malang sudah memiliki dua unit Rusunawa. Masing-masing Rusunawa dapat diisi oleh 100 keluarga. Dalam aturannya pun jelas, setiap keluarga dapat menghuni Rusunawa maksimal tiga tahun. Harapannya setelah itu bisa bergantian dengan warga lainnya.

"Tentunya setelah tiga tahun kami berharap warga yang sebelumnya tinggal di Rusunawa sudah mandiri secara ekonomi. Namun untuk saat ini pemerintah belum berencana menambah unit Rusunawa," papar perempuan berhijab itu.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Malang menurutnya juga semakin gencar melakukan sosialisasi kepada para pengembang. Harapannya para pengembang mau mendirikan kawasan perumahan bagi warga berpenghasilan rendah.

"Dan program pembangunan itu nanti bisa dikoneksikan dengan program dari Kementerian PUPR dalam membangun program rumah murah," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load